Kemenkop Dorong Pengembangan Koperasi di Sektor Pariwisata

    Suci Sedya Utami - 19 Juli 2021 13:18 WIB
    Kemenkop Dorong Pengembangan Koperasi di Sektor Pariwisata
    Ilustrasi. MI/Adam



    Jakarta: Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Makro Rulli Nuryanto menegaskan koperasi yang bergerak di sektor pariwisata mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang.

    Rulli mengatakan mengingat jumlah objek wisata di Indonesia sangat  banyak yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dan akan menarik wisatawan domestik maupun luar negeri.

     



    "Koperasi sebagai entitas bisnis yang dibangun dari komunitas, dapat berperan aktif dalam pengembangan usahanya di sektor pariwisata," ucap Rulli dalam keterangan resmi, Senin, 19 Juli 2021.

    Terlebih lagi, lanjut Rulli, pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintah dengan ditetapkannya sepuluh destinasi prioritas dan di dalamnya lima destinasi super prioritas yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).

    Hanya saja, Rulli mengakui, koperasi yang mengelola sektor pariwisata belum begitu banyak. Ia bilang kurang lebih 79 unit yang terdaftar dalam Online Data System (ODS) Kementerian Koperasi dan UKM.

    "Namun, untuk ke depan, jumlah koperasi di sektor pariwisata akan berkembang," kata Rulli.

    Rulli menambahkan, saat ini dengan adanya pandemi covid-19, industri pariwisata sangat terpukul. Menurut Rulli, brand power pariwisata harus ditata ulang sehingga industri pariwisata dapat menyesuaikan diri dalam tatanan dunia baru.

    "Saya berharap, UMKM di industri pariwisata agar tidak jalan sendiri-sendiri. Lebih baik bergabung dalam suatu wadah yaitu koperasi, agar mendapatkan keuntungan bersama. Karena, koperasi mempunyai peluang yang besar di industri pariwisata dan dapat memberikan manfaat bagi UMKM," papar Rulli.  

    Plt Direktur Manajemen Strategis Kemenparekraf Hassan Abud mengatakan, kinerja sektor pariwisata pada 2021 belum membaik. Kunjungan Wisman pada Mei 2021 masih sangat rendah dan belum menunjukkan perbaikan.

    "Faktor pengendalian pandemi menjadi kunci pemulihan permintaan internasional," kata Hassan.

    Hassan menyatakan, tren pariwisata pascamunculnya virus covid-19 lebih mengarah pada pariwisata berbasis alam. Maka, optimalisasi penggunaan teknologi untuk mengurangi kontak fisik dan perhatian lebih kepada aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

    "Tren pariwisata di masa pandemi sudah bergeser ke personalize, customize, localized, dan smaller in size," kata Hassan.

    Oleh karenanya, lanjut Hassan, koperasi pariwisata harus bisa adaptif terhadap tren ini. "UMKM di lokasi pariwisata agar bergabung dalam koperasi," jelas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id