Pengetatan PPKM Mikro akan Kembali Kerek Angka Pengangguran

    Eko Nordiansyah - 24 Juni 2021 14:10 WIB
    Pengetatan PPKM Mikro akan Kembali Kerek Angka Pengangguran
    Ilustrasi para pencari kerja - - Foto: MI/ Arfan



    Jakarta: Pemerintah mengambil langkah pengetatan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk menekan laju kenaikan covid-19. Sayangnya, kebijakan ini dinilai akan kembali mendorong kenaikan jumlah pengangguran.

    Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan pengetatan kebijakan PPKM Mikro membuat sejumlah sektor terpaksa ditutup. Meski baru diberlakukan pekan ini, kebijakan ini akan menghantam sektor ketenagakerjaan.

     



    "PPKM Mikro kan baru dimulai, belum ada data terkait angka pengangguran. Tapi bisa dipastikan penebalan PPKM ini akan berdampak meningkatkan pengangguran," katanya kepada Medcom.id, Kamis, 24 Juni 2021.

    Ia mencontohkan, tempat rekreasi di zona merah yang harus ditutup selama PPKM mikro ini akan membuat pekerjanya menganggur. Walaupun hanya sementara, namun hal ini tetap harus diwaspadai karena bisa berdampak semakin besar bila diperpanjang.

    "Demikian juga dengan restoran yang dibatasi operasi dan jam kerjanya. Pasti akan menyesuaikan jumlah pekerjanya, akan ada pegawai yang dirumahkan. Apabila penebalan PPKM diberlakukan lebih lama, dampaknya akan lebih besar lagi ke pengangguran," ungkapnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan dari  9,77 juta orang pada Agustus 2020 menjadi 8,75 juta orang pada Februari 2021. Meski begitu, jumlah pengangguran naik dari Februari tahun lalu yang sebanyak 6,93 juta orang.

    Jumlah pengangguran akibat pandemi juga turun 940 ribu orang menjadi 1,62 juta orang pada Februari 2021 dari 2,56 juta orang pada Agustus tahun lalu. Jumlah penduduk usia kerja yang terdampak covid-19 juga juga turun menjadi hanya 19,10 juta orang pada Februari 2021.

    Untuk bukan angkatan kerja karena covid-19 juga turun 110 ribu orang menjadi sekitar 650 ribu orang, tidak bekerja karena covid-19 turun 660 ribu orang menjadi 1,11 juta orang, dan 15,72 juta orang bekerja dengan pengurangan jam kerja karena covid-19.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id