Utang Bengkak hingga USD2 Miliar, Erick Thohir Endus Indikasi Korupsi di Tubuh Krakatau Steel

    Insi Nantika Jelita - 28 September 2021 15:43 WIB
    Utang Bengkak hingga USD2 Miliar, Erick Thohir Endus Indikasi Korupsi di Tubuh Krakatau Steel
    Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: MI/ Susanto



    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara blak-blakan membeberkan permasalahan finansial yang mendera PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).

    Ia menduga ada indikasi korupsi di tubuh produsen baja tersebut lantaran memiliki utang yang membengkak hingga USD2 miliar atau setara Rp28,5 triliun, ditambah proyek mangkrak.

     



    "Krakatau Steel itu punya utang USD2 miliar. Salah satunya ada investasi USD850 juta yang proyek itu mangkrak hari ini. Hal ini kan tidak bagus. Pasti ada indikasi korupsi," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa, 28 September 2021.

    Erick pun menegaskan akan melacak dan menelusuri dugaan tindakan korupsi di Krakatau Steel. Langkah ini diyakini akan memperbaiki bisnis perusahaan BUMN tersebut ke depan.

    "Kami akan kejar siapa pun yang merugikan itu. Bukannya kami ingin menyalahkan, tetapi ini sebagai penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah. Kami perbaiki," tuturnya.


    Sejalan dengan itu, Kementerian BUMN berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada anak perusahaan KRAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah pundi-pundi uang guna menutup utang perusahaan pelat merah itu. Disinyalir Krakatau Bandar Samudera atau Krakatau International Port (KIP) yang akan IPO.

    "Go public ini biar ada funding baru untuk mencicil utang tadi," tambah Erick.

    KRAS tercatat mendapat keuntungan senilai Rp800 miliar sampai Agustus 2021. Sepanjang tahun lalu, perusahaan itu mencetak laba bersih sebesar USD22,6 juta atau sekitar Rp322 miliar.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id