Perangi Kemiskinan, Ketum Kadin Ajak Umat Islam Jadi Pengusaha

    Husen Miftahudin - 19 Oktober 2021 22:36 WIB
    Perangi Kemiskinan, Ketum Kadin Ajak Umat Islam Jadi Pengusaha
    Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid. Foto: dok. Setpres



    Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengajak umat Islam untuk menjadi pengusaha. Dalam hal ini, masjid bisa mengambil peran untuk mendorong hal tersebut.

    "Bagaimana umat bisa jadi pengusaha, dan akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan, serta dapat mengurangi kemiskinan," ujar Arsjad dalam keterangan resminya, Selasa, 19 Oktober 2021.

     



    Arsjad menekankan bahwa Kadin Indonesia siap untuk membantu terciptanya lebih banyak pengusaha yang berasal dari masjid. Untuk menjadi pengusaha sukses, dibutuhkan perubahan mental dan pendidikan.

    "Pendidikan di bidang keuangan dan digital di era modern ini akan memudahkan seseorang untuk berbisnis. Lalu bagaimana mentoring jadi pengusaha, bagaimana literasi keuangan, dan bagaimana literasi digital," terangnya.

    Hal lain yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk membuat usaha tersebut menjadi formal. Terkait hal itu, jelas dia, pemerintah telah memudahkannya dengan merilis Undang-Undang Cipta Kerja dimana sejumlah persyaratan pendirian perusahaan dipangkas sehingga kini masyarakat bisa lebih mudah membangun usaha.

    Arsjad mengungkapkan bahwa di tengah pandemi covid-19 ini, kehadiran pengusaha-pengusaha baru juga turut membantu memulihkan ekonomi nasional. Pemulihan di bidang kesehatan merupakan hal penting, begitu pula pemulihan di bidang ekonomi yang tidak boleh ditinggalkan.

    "Jangan sampai kita kalah perang dalam melawan pandemi, yang berdampak pada sosial. Bagaimana juga kita bersama-sama membangun, serta memulihkan kesehatan," ungkap dia.

    Arsjad mengaku memiliki sejumlah tugas, selain menciptakan lebih banyak pengusaha, ia juga memiliki tugas untuk meningkatkan pengusaha-pengusaha yang sudah ada untuk bisa naik kelas dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

    "Kami ingin membuka suatu sinergi, bersama-sama bergotong royong, menciptakan lebih banyak lagi pengusaha," harap Arsjad.

    Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menyebutkan bahwa dari 100 orang kaya di Indonesia, hanya sebagian kecil yang beragama Islam. Sebaliknya, dari 100 orang yang kurang sejahtera di Indonesia, sebagian besarnya adalah muslim. Oleh karena itu, ia mendorong masjid untuk membantu umat bisa lebih sejahtera, salah satunya adalah dengan mendorong umat menjadi pengusaha.

    "Jangan masjid yang bikin usaha. Jemaahnya, bukan masjidnya. Pengurus masjid jangan bikin usaha. Nanti kalau jemaah mampu, dia membagi infak lebih banyak," pungkas Jusuf Kalla.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id