comscore

PTPP Optimistis Transformasi Bisnis Anak Perusahaan Bakal Perkuat Kinerja

Husen Miftahudin - 06 Juli 2021 21:11 WIB
PTPP Optimistis Transformasi Bisnis Anak Perusahaan Bakal Perkuat Kinerja
Ilustrasi. Foto: dok. Antara/Jusuf Widodo
Jakarta: PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP optimistis transformasi bisnis anak perusahaan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT PP Properti Tbk (PPRO), akan memperkuat kinerja perusahaan. Strategi anak perusahaan ini sejalan dengan transformasi bisnis yang dijalankan untuk dapat tumbuh lebih dinamis sehingga bisa turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor konstruksi dan properti.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad mengatakan, upaya memperkuat kinerja dilakukan melalui transformasi bisnis oleh PTPP beserta anak perusahaannya. Diversifikasi ke jasa pertambangan yang dilakukan oleh PPRE untuk mengoptimalkan aset alat berat yang dimiliki, mendorong pada perolehan kontrak baru dengan pencapaian yang menggembirakan dimana pada kuartal I-2021 berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp813,2 miliar atau naik 92 persen (yoy) dari kuartal I-2020.
"Pencapain ini kemudian bertambah menjadi Rp2,2 triliun hingga akhir bulan Mei 2021. Sedangkan pada sektor residensial, anak perusahaan kami yaitu PPRO, fokus menargetkan pemasaran melalui segmen student apartment dan penjualan rumah tapak (landed house) sebesar 60 persen dari target penjualan di tahun ini," ujar Novel dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Juli 2021.

Novel menjelaskan, upaya yang dilakukan PPRE dengan shifting dari kontraktor sipil dan umum ke kontraktor jasa pertambangan merupakan strategi perusahaan untuk dapat tumbuh lebih dinamis. Terlebih jasa tambang mampu memberikan pendapatan lebih stabil dibandingkan konstruksi melalui skema kontrak kerja produksi jangka panjang hingga empat tahun.

Selain memperoleh sumber pendapatan yang lebih stabil, melalui jasa pertambangan khususnya nikel, PPRE mampu mengoptimalkan aset alat berat yang dimiliki dan tidak perlu melakukan investasi dalam jumlah yang besar lantaran karakter alat berat yang diperlukan dalam jasa tambang khususnya nikel tidak jauh berbeda dengan alat berat yang digunakan pada jasa kontraktor sipil.

"Pemerintah juga terus meningkatkan percepatan pembangunan smelter dengan target 30 smelter hingga 2024. Kondisi tersebut tentunya membuka peluang bagi anak perusahaan kami yaitu PPRE untuk dapat memasuki sektor jasa pertambangan dan berkontribusi dalam peningkatan produksi nikel," paparnya.

Diperolehnya dua kontrak baru PPRE dari sektor jasa pertambangan yakni jasa tambang nikel Morowali dan hauling road upgrading serta stockyard area Weda Bay nickel meningkatkan kepercayaan diri dan optimisme PPRE untuk memperoleh tambahan tiga kontrak baru di sektor tersebut hingga lebih dari Rp1,5 triliun sampai dengan akhir 2021.

"Prospek untuk penambahan kontrak baru dari sektor jasa pertambangan diharapkan dapat mendukung target kontribusi lini bisnis jasa pertambangan hingga sebesar 20 persen terhadap target pendapatan PPRE di 2021. Selain prospek pada jasa tambang, PPRE juga mengincar beberapa proyek infrastruktur lainnya sebagai main contractor untuk meningkatkan daya saing perusahaan," harap Novel.

Adapun pendapatan PPRE pada kuartal I-2021 masih didominasi oleh lini konstruksi (civil work) sebesar 84,3 persen. Pendapatan ini antara lain diperoleh dari proyek Sirkuit Mandalika, pembangunan jalan tol Indrapura Kisaran, Kawasan Industri Terpadu Batang, Bendungan Manikin, serta beberapa proyek yang dikerjakan oleh anak perusahaan PP Presisi yaitu LMA antara lain pekerjaan earthwork dan river diversion pembangunan Bandara Kediri, pembangunan jalur selatan Lot 7, Lot 6, dan Lot 9, pembangunan jalan tol Semarang Demak, dan pembangunan Bendungan Way Apu.

Sementara anak perusahaan lainnya yaitu PPRO mempunyai tiga segmen usaha yaitu residential, commercial, dan hospitality. Sejak 1991 hingga saat ini, perseroan mengembangkan sekitar 53 proyek di antaranya 35 residential, 12 mal and edutainment, dan enam hospitality.

"Kami memproyeksikan target penjualan PPRO sampai akhir tahun ini sekitar Rp1,7 triliun, dengan kontribusi dari segmen realty sebesar Rp1,6 triliun dan dari segmen komersial senilai Rp109 miliar," jelasnya.

Pada sektor residensial, PPRO fokus menargetkan pemasaran melalui segmen student apartment dan penjualan rumah tapak (landed house) sebesar 60 persen, penjualan lahan 35 persen, dan sisanya recurring income sebesar lima persen.

 

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id