Apindo Sebut Stimulus Pemerintah Setengah Hati

    Annisa ayu artanti - 05 Juni 2020 18:46 WIB
    Apindo Sebut Stimulus Pemerintah Setengah Hati
    Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani - - Foto: Antara/ Widodo S. Jusuf
    Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani menilai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terkesan setengah hati atau tidak proporsional.

    Dari total anggaran stimulus PEN sebesar Rp641,17 triliun, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp172,1 triliun untuk bantuan sosial, dan alokasi terbesar kedua adalah untuk perusahaan BUMN yakni sekitar Rp152 triliun.

    "Buat BUMN Rp152 triliun sendiri, ini kita sangat prihatin," ungkap Hariyadi dalam diskusi secara virtual, Jumat, 5 Juni 2020.

    Namun anggaran untuk membantu kelangsungan hidup usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih sangat kecil. Ia merinci stimulus tersebut terdiri subsidi bunga kredit sebesar Rp34,15 triliun, penempatan dana pemerintah untuk menjamin kredit UMKM sebesar Rp87,59 triliun, penjaminan untuk modal kerja UMKM sebesar Rp1 triliun, dan imbal jasa penjaminan sebesar Rp5 triliun.

    "Jadi yang terbesar itu larinya ke BUMN dan pajak," ucapnya.

    Sebagai contoh pemerintah membantu PT PLN (Persero) dengan menggelontorkan dana Rp48,5 triliun. Namun sayangnya, dana yang diperoleh PLN tidak diimbangi dengan kebijakan yang memudahkan pengusaha.

    Hariyadi menambahkan tambahan stimulus untuk sektor terdampak pandemi juga masih kecil. Sektor pariwisata menyebut hanya diberikan stimulus sebesar Rp3,8 triliun. Padahal sektor tersebut sangat terdampak.

    Kemudian, sektor perumahan sebesar Rp1,3 triliun. Angka itu pun untuk subsidi bunga dan bantuan uang muka saja untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    "Jadi stimulusnya setengah hati kasihnya," imbuhnya.
     
    Dengan stimulus tersebut, maka pemerintah diperkirakan sulit mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Saat ini para pengusaha dan pegiat UMKM membutuhkan modal kerja agar roda ekonomi berputar

    "Jadi yang ingin kami sampaikan disini stimulus tadi cukup kuat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke depan," tukasnya. 

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id