BPJamsostek Tolak 1,6 Juta Data Penerima Subsidi Upah

    Suci Sedya Utami - 07 September 2020 15:24 WIB
    BPJamsostek Tolak 1,6 Juta Data Penerima Subsidi Upah
    BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) . Foto : MI.
    Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) melaporkan sebanyak 1,6 juta data penerima bantuan subsidi upah yang telah dilaporkan ke pihaknya tidak lolos proses validasi.

    Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja mengatakan dari target calon penerima bantuan sebesar 15,7 juta, saat ini data nomor rekening yang telah disampaikan mencapai 14,4 juta.

    Pria yang akrab disapa Utoh ini mengatakan, dari data yang telah disampaikan, yang sudah tervalidasi mencapai 11,5 juta. Validasi dilakukan berlapis hingga tiga tahap.

    "Sementara jumlah data rekening peserta tidak valid ini mencapai 1,6 juta orang," kata Utoh pada Medcom.id, Senin, 7 September 2020.

    Dirinya mengatakan data-data rekening yang tidak lolos proses validasi tersebut akan dikembalikan pada perusahaan peserta untuk dilakukan konfirmasi ulang apabila penyebabnya bukan karena ketidaksesuaian dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.

    Apabila data tersebut tidak valid karena tidak sesuai dengan kriteria yang disebutkan dalam Permenaker maka nomor rekening tersebut secara otomatis tidak masuk dalam daftar penerima bantuan subsidi upah. Sebab, dari 1,6 juta yang tidak valid tersebut di antaranya memang tidak masuk dalam kriteria yang disyaratkan dalam Permenaker.

    "Ada beberapa pemberi kerja atau perusahaan menyampaikan seluruh nomor rekening dari pegawainya, bukan hanya yang memenuhi kriteria," jelas Utoh.

    Adapun syarat penerima bantuan subsidi upah yang diatur dalam Permenaker di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK); terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan; pekerja/buruh penerima gaji/upah

    Kemudian kepesertaan sampai Juni 2020; dan merupakan peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besara iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp5 juta sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.  

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id