Tak Setuju Wacana Impor, Legislator Optimistis Petani Mampu Produksi

    M Studio - 19 Maret 2020 11:48 WIB
    Tak Setuju Wacana Impor, Legislator Optimistis Petani Mampu Produksi
    Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin (Foto:Kementan)
    Jakarta: Menyikapi kondisi wabah virus korona yang meluas dan potensi dampak besar bagi ekonomi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin menilai ada potensi positif bagi sektor pertanian.

    "Korona ini peluang besar bagi petani menunjukkan dirinya menjadi pahlawan bagi negerinya. Pangan negeri ini hanya mereka yang mampu siapkan," kata Hasan, dikutip siaran pers di Jakarta.

    Menurut Hasan, urusan perut tidak bisa ditunda dan diabaikan. Semua pihak harus menjaga petani agar tetap sehat dan mampu berproduksi.

    "Jangan malah mikir mau impor saat musim panen. Biar ada korona, petani sekarang musimnya panen padi. Pengamat peka sedikitlah," ucap Hasan.

    Hasan tegas menolak wacana impor karena petani dinilainya masih sanggup berproduksi. "Kita punya kemampuan besar. Buah-buahan dan sayuran kita lebih segar dan sehat. Kalau kita beli dari petani kita, maka kita juga menggerakkan ekonomi nasional," ucap politikus NasDem ini. 

    Prediksi akan lesunya ekonomi global dan nasional harus disikapi secara positif. Hasan menilai pemerintah, khususnya Kementan, telah bersiap dengan program terobosan dan insentif bagi petani. Mulai dari benih, pupuk, hingga pembiayaan KUR.

    "Ayo, seluruh stakeholder pertanian bersatu melawan virus korona dengan memperkuat pangan nasional. Dari Indonesia untuk Indonesia sendiri. Jangan mikir impor terus dong," ujarnya.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id