Kendala Bahasa Halangi Peluang Investasi Asing Masuk ke Indonesia

    Suci Sedya Utami - 21 September 2020 18:18 WIB
    Kendala Bahasa Halangi Peluang Investasi Asing Masuk ke Indonesia
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Masuknya investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) sangat penting bagi Indonesia sebagai salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi covid-19.

    Namun, Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan Indonesia masih dihadapkan pada beberapa tantangan seperti regulasi yang berlapis dan tidak ramah terhadap masuknya investasi, salah satunya mengenai penggunaan Bahasa Indonesia.

    Ia bilang dalam beberapa saran yang diberikan oleh Eksekutif Internasional di negara-negara ASEAN, salah satunya mengenai bahasa. Mereka menyarankan agar Indonesia merevisi Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 dan menerjemahkan peraturan-peraturan utama ke dalam bahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya.

    Literatur bisnis internasional menunjukkan perusahaan multinasional Asia lebih suka menggunakan bahasa mereka sendiri dalam interaksi di kantor pusat-anak perusahaan. Investor sering menempatkan warga asal negaranya sendiri sebagai ekspatriat di anak perusahaan di luar negeri untuk meminimalisasi kesalahan komunikasi dan mempertahankan kendali.

    Andree mencontohkan Jepang yang merupakan negara pengirim aliran modal dan tenaga kerja terbesar kedua ke Indonesia di 2018 lebih memilih menggunakan bahasa mereka. Saat ini di ASEAN, tujuan FDI perusahaan-perusahaan asal Jepang yakni Vietnam yang tidak mewajibkan penggunaan Bahasa Vietnam pada investasi yang masuk.

    Bahkan, Pemerintah Vietnam percaya penguasaan keterampilan bahasa asing penduduknya merupakan bagian integral dari modernisasi negara. Pada 2008, Vietnam menganggarkan lebih dari USD400 juta untuk program nasional pelatihan bahasa asing selama beberapa tahun.

    "Meskipun memiliki kurang dari setengah populasi Indonesia, kemampuan bahasa Inggris Vietnam mengungguli Indonesia dengan sembilan peringkat pada 2018 dan memberikan sertifikasi kepada pelajar yang menguasai Bahasa Jepang empat kali lebih banyak pada 2017," jelas Andree dalam keterangan resminya, Senin, 21 September 2020.

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id