Kendala Bahasa Halangi Peluang Investasi Asing Masuk ke Indonesia

    Suci Sedya Utami - 21 September 2020 18:18 WIB
    Kendala Bahasa Halangi Peluang Investasi Asing Masuk ke Indonesia
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id


    Andree menilai, Pemerintah Indonesia bisa mengadopsi pengalaman Vietnam. Ia mengatakan investor sangat peduli dengan hambatan komunikasi.

    Menurut Andree, alih-alih memaksakan penggunaan Bahasa Indonesia pada bisnis asing, pemerintah dapat mengambil pilihan untuk memberi insentif kepada investor yang memberikan pelatihan bahasa asing bagi staf lokal.

    Misalnya, investor dapat memperoleh manfaat dari biaya pelatihan dan komunikasi yang lebih rendah. Di sisi lain, orang Indonesia dapat memperoleh keahlian yang bermanfaat untuk mengakses peluang pasar kerja global.

    Selama satu dekade terakhir, Pemerintah Indonesia telah mengamanatkan penggunaan Bahasa Indonesia di semua aspek kehidupan. Peraturan ini melampaui peran tradisional bahasa dalam budaya dan pendidikan hingga memasuki ruang bisnis. Upaya tersebut diawali dengan UU Nomor 24 Tahun 2009 yang berupaya melindungi kesucian bendera, bahasa, lambang, dan lagu kebangsaan dengan mengatur reproduksi dan penggunaannya.

    Pada akhir 2013, peraturan Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa tenaga kerja asing harus bisa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia. Khawatir akan menghalangi investasi asing, Presiden Indonesia Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Tenaga Kerja saat itu untuk membatalkan pembatasan tersebut.

    Namun tekanan dari DPR menyebabkan diberlakukannya kembali persyaratan yang lebih ringan dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 itu yang mewajibkan pengusaha untuk memfasilitasi pelatihan bahasa Indonesia bagi pekerja asing yang dibawa ke Tanah Air.

    (DEV)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id