Pupuk Indonesia Bisa Hemat Rp1,4 Triliun dari Penurunan Harga Gas

    Husen Miftahudin - 31 Agustus 2020 12:05 WIB
    Pupuk Indonesia Bisa Hemat Rp1,4 Triliun dari Penurunan Harga Gas
    Penyesuaian harga gas berdampak baik pada industri pupuk. Foto: Dok. Pupuk Indonesia
    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) mengapresiasi langkah Kementerian ESDM yang telah menetapkan penyesuaian harga gas bagi sejumlah sektor industri, termasuk industri pupuk. Pasalnya, penyesuaian harga gas akan berdampak positif bagi industri pupuk di Tanah Air.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan kebijakan pemerintah terhadap penyesuaian harga gas memberi manfaat efisiensi yang cukup signifikan terhadap ongkos produksi, sehingga dapat mengurangi beban subsidi pemerintah untuk komoditas pupuk. Bahkan penghematan subsidi yang dihasilkan dari kebijakan harga gas ini bisa mencapai Rp1,4 triliun per tahun.

    "Penyesuaian harga gas dapat meningkatkan daya saing industri pupuk. Maka dari itu, Pupuk Indonesia Grup sangat berterima kasih kepada Menteri ESDM atas kebijakan tersebut," ucap Bakir dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 31 Agustus 2020.

    Menurut Bakir, penyesuaian harga gas kali ini merupakan penuntasan dari persoalan yang sudah bertahun-tahun dialami terkait dengan harga dan pasokan gas bagi industri pupuk. Apalagi gas adalah bahan baku utama yang krusial terhadap kelangsungan industri pupuk di Tanah Air.

    "Jaminan pasokan gas dengan harga yang lebih kompetitif dari sebelumnya, memberikan kontribusi efisiensi terhadap beban subsidi pemerintah. Penghematan subsidi yang dihasilkan dari kebijakan harga gas ini juga belum termasuk efisiensi-efisiensi operasional lainnya yang selalu kami tingkatkan," tegasnya.

    Pernyataan Bakir ini disampaikan usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Pupuk Kujang dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan PT Pertagas Niaga. Penandatanganan kontrak jual beli tersebut juga disaksikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Direktur Utama PGN Suko Hartono.

    Dari PJBG ini, PIM kini dapat memperoleh tambahan pasokan gas dan harga gas yang lebih kompetitif dari sebelumnya sehingga operasional pabrik bisa lebih optimal dan efisien. Begitu juga dengan Pupuk Kujang, yang mendapatkan tambahan pasokan dari realokasi gas dari Sumatra Selatan.

    "Hal ini sangat menggembirakan bagi kami karena berarti kami bisa menjalankan pabrik dengan lebih baik dan dengan biaya yang lebih kompetitif dari sebelumnya," pungkas Bakir.

    Kementerian ESDM sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 89K/10/MEM/2020. Beleid tersebut mengatur penyesuaian harga gas untuk beberapa sektor industri.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id