Konsumsi Elpiji saat Idulfitri Diprediksi Meningkat

    Antara - 17 April 2020 14:44 WIB
    Konsumsi Elpiji saat Idulfitri Diprediksi Meningkat
    Foto: dok MI.



    Denpasar: PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi elpiji ada sedikit peningkatan saat Idulfitri 2020, sedangkan untuk konsumsi BBM diperkirakan relatif stagnan selama pandemi covid-19 ini.

    "Diprediksi untuk penyaluran atau konsumsi BBM di masa Idulfitri sekarang mungkin relatif stagnan artinya enggak akan jauh beda dengan sebelumnya. Kita dari kondisi normal saja sudah turun 40 persen, jadi mungkin enggak sampai 50 persen paling tinggi, tapi enggak akan sama dengan normal. Kalau untuk elpiji prediksi kami akan ada sedikit kenaikan karena semakin banyak orang di rumah selama masa ini dan banyak penduduk muslim di Bali merayakan Idulfitri di sini akan banyak konsumsi lagi," kata Sales Area Manager Retail Bali Deny Sukendar usai dikonfirmasi di Denpasar, dikutip dari Antara, Jumat, 17 April 2020.






    Ia mengatakan jika dibandingkan dengan stok saat ini lebih dari cukup karena konsumsi mulai menurun dan stok akan lebih tinggi atau lebih banyak. Kata dia, selama ini suplai juga sudah sampai hingga ke daerah dan tetap didukung dengan pemerintah setempat karena ini juga merupakan kebutuhan masyarakat.

    Dalam menghadapi Idulfitri 2020 selama covid-19, Pertamina juga sudah membentuk tim Satgas Ramadan, Idulfitri, dan covid-19 (Rafico) yang berjalan per 1 April 2020 di seluruh Indonesia, sehingga laporannya terpusat.

    Selama covid-19, tambah dia, ada beberapa hal yang dipastikan setiap hari yaitu penyaluran BBM dan elpiji ke Bali, dan memastikan kondisi Pertamina secara nasional stok aman sampai 20 harian. Untuk di Bali sendiri berkisar rata-rata setiap produk sekitar 10 harian, sedangkan untuk elpiji sekitar tujuh hari jadi kalau untuk suplai tetap aman.

    "Yang kedua terkait konsumsi, kondisi saat ini benar-benar anomali dibandingkan tahun lalu kalau yang lalu itu rata-rata BBM gasolin di Bali bisa naik sekitar tiga persen tapi solar gasolin memang agak turun sekitar 7-10 persen. Kalau elpiji biasanya kecenderungannya naik 5-7 persen tapi kalau di sini kan anomali, kita enggak bisa memprediksi kondisinya," jelas Deny.

    Ia menambahkan suplai untuk Idulfitri 2020 ini jumlahnya berbeda-beda setiap daerah, tergantung dari kebutuhan masyarakat. "Contohnya konsumsi di Kota Denpasar akan lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain dilihat dari mobilitas penduduknya, untuk elpiji juga demikian. Kalau dilihat sebelumnya Kota Denpasar bisa mencapai hampir 30 persen konsumsi baik BBM maupun elpiji dibandingkan wilayah lain," katanya.

    Selain itu, untuk jumlah konsumsi April sudah turun sekitar 40 persen. Kata Deny, untuk elpiji ada dua yaitu elpiji tabung tiga kg dan elpiji nonsubsidi yakni Bright Gas.

    "Kalau elpiji tiga kg relatif stabil sampai Maret, tapi April ini turun sekitar tiga persen dibandingkan Maret, sedangkan untuk Bright Gas dan untuk yang 75 kg jatuh hampir sampai 80 persen," pungkas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id