Menjaga Roda Ekonomi Berputar di New Normal

    Ade Hapsari Lestarini - 24 Juni 2020 14:20 WIB
    Menjaga Roda Ekonomi Berputar di New Normal
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Sektor perdagangan dan ekspor terus dijaga agar tetap berputar di era new normal. Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengatasi defisit neraca dagang.

    Berbagai strategi disiapkan Kemendag untuk mengantisipasi penurunan kinerja ekspor yang lebih dalam pada semester ke II-2020. Antara lain memaksimalkan keberadaan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk tetap mengawal berjalannya ekspor ke negara akreditasi.

    Hal ini dilakukan dengan cara memonitor dan melaporkan perkembangan kondisi negara tujuan ekspor sehingga diperoleh info mengenai peluang dan hambatan ekspor secara cepat dan real time. Kemudian melakukan promosi, business matching, maupun one on one meeting antara eksportir dengan pembeli di luar negeri secara virtual.

    "Salah satu contohnya adalah pada 20 Mei 2020 lalu, ITPC Sydney telah memfasilitasi perjanjian kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Australia dengan total transaksi sebesar sekitar USD1,4 juta," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2020.

    Seluruh kantor Atase Perdagangan dan ITPC akan digerakkan untuk terus mendorong promosi ekspor Indonesia secara virtual di masa pandemi covid-19 ini. Selanjutnya mendorong pelaku usaha ekspor segera memanfaatkan akses pasar ke negara mitra FTA, seperti Indonesia-Australia CEPA (IA-CEPA) yang akan berlaku mulai 5 Juli 2020.

    Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 Juni 2020, neraca perdagangan luar negeri Indonesia pada Mei 2020 surplus USD2,1 miliar. Sehingga secara kumulatif, periode Januari-Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD4,3 miliar.

    "Capaian kinerja perdagangan ini cukup menggembirakan, mengingat banyak pihak yang memprediksi penurunan kinerja perdagangan akibat pandemi," ujar Agus.

    Selain itu, dalam jangka pendek, Kemendag terus mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan ekspor pada sektor yang tumbuh positif di dalam negeri selama covid-19. Antara lain makanan dan minuman olahan, alat-alat kesehatan, produk pertanian, produk perikanan, hingga produk agroindustri.

    Strategi berikutnya fokus ke produk yang kembali pulih usai pandemi covid-19, seperti otomotif, TPT, alas kaki, elektronik, besi baja, dan lain-lain. Selanjutnya akan fokus pada produk baru yang muncul akibat covid-19, seperti produk farmasi dan produk-produk ekspor baru yang merupakan hasil relokasi industri dari beberapa negara ke Indonesia.

    Kemendag juga memastikan terus melakukan pemetaan pasar, produk dan pelaku usaha/eksportir di setiap negara tujuan ekspor yang disertai dengan melakukan market intelligence dan business inteligence oleh perwakilan perdagangan di seluruh negara akreditasi. Saat ini, Kemendag juga sedang memutakhirkan help desk ekspor dengan data dan informasi yang valid, lebih detail dan dipercaya masyarakat agar bisa membantu pelaku usaha termasuk UKM ekspor dalam memanfaatkan peluang ekspor saat ini maupun ke depannya.

    Selain itu, ekspor difokuskan pada negara yang kondisi penanganan pandemi covid-19 sudah pulih atau mulai pulih seperti Tiongkok, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara tujuan ekspor lainnya.

    Dia mengatakan terdapat perubahan tren pasar. Menyikapi hal itu, dilakukan strategi peningkatan ekspor dalam tiga fokus produk, yaitu produk yang tumbuh positif selama pandemi covid-19, produk yang kembali pulih pasca pandemi covid-19, dan produk baru yang muncul akibat pandemi covid-19.

    "Kami terus membangun sinergi dengan semua stakeholder terkait mempertahankan maupun memulihkan ekspor usai pandemi covid 19," ujar Mendag.

    Stimulus Sektor Perdagangan

    Kemendag pun telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan agar Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dapat memberikan stimulus berupa trade financing bagi para eksportir yang terdampak covid 19 dan mengalami kesulitan keuangan.

    Hingga 19 Juni 2020 telah diperoleh sejumlah pelaku usaha yang berminat untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan total dana yang akan diajukan sejumlah lebih dari Rp165 miliar dengan interest rate rata-rata yang diinginkan adalah lima persen per tahun.

    Kemendag juga terus mendorong pemberian fasilitas para pelaku ekspor khususnya UKM ekspor untuk keikutsertaannya dalam beberapa kegiatan promosi secara virtual termasuk membantu pembiayaan promosi tersebut. Misalnya Promosi Virtual Future Tea & Coffee Summit and Expo 2020 pada 24-26 Juni 2020 oleh Atdag RI di Singapura.

    Adapun promosi virtual negara ASEAN (ASEAN Online Day Sale) akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2020 untuk mendorong dan memfasilitasi cross border e-commerce di ASEAN serta sebagai upaya mendorong pemulihan perekonomian usai covid-19.

    "Kemendag juga melakukan penguatan daya saing UKM melalui pendampingan dan konsultasi desain, bantuan sertifikasi (GMP dan Halal), rebranding, dan pendampingan eksportir baru (Export Coaching Program)," ujar dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id