Kemenhub Potong Anggaran 2020

    Annisa ayu artanti - 12 Mei 2020 11:53 WIB
    Kemenhub Potong Anggaran 2020
    Kementerian Perhubungan - - Foto: dok Setkab
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan efisiensi anggaran pada postur belanja tahun anggaran 2020. Anggaran tersebut dipangkas dari Rp43 triliun menjadi Rp32 triliun.

    "Kami semula mendapatkan pagu anggaran yang cukup signifikan sebanyak Rp43 triliun, dan terjadi suatu pemotongan sehingga menjadi Rp32 triliun," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Mei 2020.

    Ia membeberkan anggaran yang disunat berasal dari pos Sekretariat Jenderal dengan efisiensi sebesar Rp101,24 miliar, Inspektorat Jenderal sebesar Rp35,52 miliar, dan Ditjen Perhubungan Darat sebesar Rp231,86 miliar.

    Lalu, Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp1,95 triliun, Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp2,18 triliun, Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp4,7 triliun, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub sebesar Rp42,98 miliar.

    Kemudian, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan sebesar Rp926 miliar, serta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp187,75 miliar.


    Dengan pemotongan ini, Budi menargetkan serapan anggaran akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yakni di atas 90 persen. "Dipastikan bahwa penyerapan yang tadinya di bawah 90 persen, kami harapkan tahun depan bisa di atas 90 persen," sebut dia.

    Di sisi lain, refocusing anggaran dilakukan sebesar Rp303 miliar untuk percepatan penanganan covid-19, Rp6,2 miliar untuk kegiatan bakti sosial, serta Rp5,9 triliun akan digunakan untuk melaksanakan program padat karya.

    "Paling tidak ada Rp303 miliar yang kita gunakan khusus untuk menangani covid. Ini kita lakukan untuk pengamanan diri, tambah daya tahan tubuh, untuk mencegah penyebaran virus, dukungan administrasi, serta alat pendukung," jelasnya.


    Sementara, khusus untuk program padat karya masing-masing subsektor akan melaksanakan program secara merata di seluruh provinsi di Indonesia. "Untuk juga diketahui bahwa padat karya ini untuk perhubungan darat itu ada di 33 provinsi, perkeretaapian di 10 provinsi, perhubungan laut 33 provinsi, perhubungan udara di 29 provinsi, serta BPSDMP 13 provinsi. Sehingga secara merata seluruh provinsi terdapat upaya-upaya baik itu padat karya, penyerapan tenaga kerja," tuturnya.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id