Pemerintah Anggarkan Rp10 Triliun untuk Kartu Prakerja

    Nur Azizah - 24 Maret 2020 11:37 WIB
    Pemerintah Anggarkan Rp10 Triliun untuk Kartu Prakerja
    Presiden Joko Widodo/AFP
    Jakarta: Pemerintah menganggarkan Rp10 triliun untuk program Kartu Prakerja. Sementara ini, program itu digunakan mengantisipasi para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat virus korona atau covid-19.

    "Antisipasi para pekerja yang kena PHK, pekerja harian yang kehilangan penghasilan, dan pengusaha mikro yang kehilangan omzet," kata Jokowi dalam pengarahan presiden kepada gubernur menghadapai pandemi covid-19 melalui video conference, Selasa, 24 Maret 2020.

    Baca: Pemerintah Hitung Potensi Penurunan Pendapatan di Daerah
     
    Jokowi meminta seluruh provinsi dan kabupaten mendata detail para pekerja terdampak. Distribusi kartu prakerja harus sesuai sasaran.

    "Siapa yang harus diberi, mulai didata dengan baik," tegas dia.

    Pendaftaran penerima kartu prakerja dibuka awal April 2020. Untuk tahap pertama, pemerintah akan membagikan dua juta kartu prakerja.

    Penerima akan mendapatkan insentif Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per jiwa. Sebanyak 1,5 juta peserta akan diterima melalui kanal digital dan 500 ribu peserta melalui kanal reguler. 

    Dalam penanggulangan covid-19, pemerintah juga menambah anggaran untuk kartu sembako, enam bulan ke depan. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp4,5 triliun.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id