Belum Ada Investor Berniat Hengkang dari Indonesia

    Nur Azizah - 17 Juli 2020 14:37 WIB
    Belum Ada Investor Berniat Hengkang dari Indonesia
    Ilustrasi investasi. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut belum ada investor asing berniat hengkang dari Indonesia di tengah pandemi covid-19. Investor juga tak ada yang menyatakan akan membatalkan investasi di Indonesia.

    "Namun, mereka menunda investasi," kata juru bicara BKPM Tina Talisa di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Jumat, 17 Juli 2020.

    BKPM menilai keputusan menunda investasi di tengah pandemi hal wajar. Namun, pemerintah terus berupaya menarik investor ke Indonesia.

    "Presiden pernah menyampaikan kalau ada realokasi investasi dan terutama dari negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) kita harus mampu menangkapnya. Karena itu kita membentuk kawasan investasi terpadu di daerah Batang, Jawa Tengah," ujarnya.

    Sedikitnya tujuh perusahaan asing berniat pindah ke Indonesia. Tujuh perusahaan asing yang dipastikan akan pindah ke Tanah Air salah satunya PT Meiloon Technology Indonesia.

    Perusahaan manufaktur barang audio dan visual itu merelokasi pabrik dari Suzhou, Tiongkok. Pabrik di Taiwan dan China merupakan pusat produksi untuk pasar global

    Kemudian, PT Sagami Indonesia. Anak usaha Sagami Rubber Industries Co. Ltd. akan mrelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok. Biaya pabrik dan tenaga kerja di Indonesia dinilai lebih kompetitif.

    PT CDS Asia (Alpan) berencana merelokasi pabrik dari Xiamen, Tiongkok, karena tarif ekspor Tiongkok-Amerika yang tinggi. Produk buatannya akan terbebas dari biaya tambahan jika dikirim dari Indonesia.

    PT Kenda Rubber Indonesia merelokasi pabrik dari Shenzen, Tiongkok, karena peningkatan permintaan pasar di Indonesia. PT Denso Indonesia juga merelokasi pabrik dari Jepang karena memandang Indonesia sebagai lokasi terbaik di kawasan ASEAN

    Lalu, PT Panasonic Manufacturing Indonesia berencana pindahkan ke Indonesia karena peluang pasar basis ekspor lebih menjanjikan. Terutama untuk produk peralatan rumah tangga.

    PT LG Electronics Indonesia juga ingin merelokasi pabrik dari Korea Selatan. Salah satu raksasa teknologi dunia itu berencana menjadikan Indonesia sebagai regional hub baru untuk menjangkau pasar Asia dan Australia

    Sebanyak 17 perusahaan lain juga berniat merelokasi pusat produksi ke Indonesia. Total investasi mencapai US$37 miliar (Rp546 triliun, kurs US$1=Rp14.773) dengan serapan 112.000 orang.

    Salah satu perusahaan yang telah menyatakan komitmennya yaitu LG Chemical. Nilai investasi perusahaan tersebut ditaksir US$9,8 miliar (Rp144,77 triliun) dengan potensi penyerapan tenaga kerja 14.000 orang.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id