comscore

Petani Garam Perlu Didukung Peningkatan Kapasitas Guna Menjadi Eksportir

Eko Nordiansyah - 22 Desember 2021 11:36 WIB
Petani Garam Perlu Didukung Peningkatan Kapasitas Guna Menjadi Eksportir
Ilustrasi petani garam. FOTO: MI Ghozi
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank mendorong peningkatan kapasitas para petani garam di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali. Pendampingan oleh LPEI melalui program desa devisa ini bertujuan untuk mendorong koperasi dan petani garam di Desa Kusamba menjadi eksportir.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI R.Gerald Setiawan Grisanto mengatakan, serangkaian pendampingan yang diberikan LPEI ini dilakukan berdasarkan kebutuhan koperasi dan petani. Tak hanya itu, pelatihan ini juga berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung.
"Program ini membantu mempersiapkan calon eksportir untuk memenuhi permintaan pasar global sesuai standar produk ekspor, sekaligus meningkatkan kapasitas dari sisi manajemen ekspor maupun teknik produksi," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Desember 2021.

LPEI menggandeng Chef Ragil dari Nusa Gastromy Foundation dalam pelatihan bagi petani garam dan anggota Koperasi LEPP Mina Segara Dana. Pelatihan ini juga dihadiri oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung.
 
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sinergi LPEI dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Pemerintah Kabupaten Klungkung yang telah meresmikan Kabupaten Klungkung menjadi Desa Devisa ke-26 pada 6 November 2021 dan disaksikan oleh Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster.
 
Gerald menjelaskan, beberapa program yang akan diberikan kepada petani dan anggota koperasi di Desa Devisa Garam Kusamba, antara lain pelatihan produksi Bali sea salt rub, aspek branding dan digitalisasi, mengikuti pameran dagang, business matching, serta pendampingan pengurusan sertifikasi produk.

"Dengan mengikuti program ini, koperasi dan para petani dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan membantu meningkatkan perekonomian setempat. LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan sesuai mandatnya melakukan percepatan peningkatan ekspor nasional," ungkapnya.

Program desa devisa

Program desa devisa dimulai sejak 2019 berawal dari Desa Devisa Kakao di Kabupaten Jembrana Bali dengan komoditas unggulan berupa biji kakao yang difermentasi. Selanjutnya ada Desa Devisa Kerajinan di Bantul, Yogyakarta dengan produk kerajinannya yang unik dan ramah lingkungan. Saat ini kedua desa devisa telah melakukan ekspor secara berkelanjutan ke negara-negara Eropa.
 
Hingga November 2021, LPEI telah meluncurkan program Desa Devisa Kopi Subang, Desa Devisa Agrowisata Ijen Banyuwangi, Desa Devisa Tenun Gresik, Desa Devisa Garam Kusamba, dan Desa Devisa Rumput Laut Sidoarjo. Total penerima manfaat dari program ini telah mencapai 2.894 orang petani/penenun/pengrajin dan kedepannya akan terus bertambah.
 
"Peluang terbuka lebar bagi komoditas dan produk Indonesia bersaing di pasar global melalui program desa devisa sehingga mampu meningkatkan perekonomian kawasan, kesejahteraan bagi petani/pelaku usaha dan juga kesetaraan gender. Semboyan #LokalyangMendunia melalui program desa devisa dapat menjadikan produk Indonesia dan kegiatan ekspornya semakin kokoh menjangkau dunia," pungkas dia.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id