comscore

Intervensi Teknologi, Mentan Dorong Pertanian RI Lebih Maju

Husen Miftahudin - 23 Maret 2022 18:47 WIB
Intervensi Teknologi, Mentan Dorong Pertanian RI Lebih Maju
Ilustrasi pertanian Indonesia - - Foto: MI/ Amiruddin Abdullah Reubee
Jakarta: Level pertanian Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Level mekanisasi pertanian Indonesia berada di angka 2,1 daya kuda atau horse power (HP) per hektare.

Level ini sebenarnya telah mengalami kenaikan sebanyak 236 persen dari posisi di 2015 yang hanya sebesar 0,5 HP per hektare. Namun pada tahun yang sama, level mekanisasi pertanian negara-negara lain sudah jauh di atas Indonesia.
"Negara lain pada 2015 telah memiliki level mekanisasi yang jauh lebih tinggi, seperti Amerika Serikat yang sudah 17 HP per hektare, Jepang HP per hektare, Malaysia 2,4 HP per hektare, Thailand 2,5 HP per hektare, serta Vietnam 1,5 HP per hektare," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Training Of Trainer (TOT) Sistem Pengelolaan Taxi Alsintan, Rabu, 23 Maret 2022.

Karena itu, Syahrul menargetkan level mekanisasi pertanian Indonesia menjadi 3,5 HP per hektare pada 2024. Caranya, dengan terus mendorong pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

"Dengan intervensi teknologi ini dimungkinkan tercapai efisiensi yang bermuara pada pengurangan biaya produksi," jelasnya.

Salah satu inovasi yang didorong untuk mendukung kemajuan mekanisasi pertanian adalah program Taxi Alsintan. Melalui program ini, masyarakat bisa memiliki alat dan mesin pertanian (alsintan) sendiri, atau secara bersama-sama dengan pembiayaan melalui fasilitasi bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian.

Mendukung percepatan realisasi program tersebut, Training of Trainer (TOT) Sistem Pengelolaan Taxi Alsintan bagi Widyaiswara, Dosen, Guru, dan Penyuluh Pertanian, diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas Widyaiswara, Dosen, Guru, dan Penyuluh Pertanian dalam Program TAXI Alsintan dengan dua aspek utama, yakni mekanisasi dan pemanfaatan KUR Pertanian.

"Serta dalam menyusun dan menyampaikan bahan ajar tentang sistem pengelolaan TAXI Alsintan yang meliputi perencanaan, pengoperasian, pemeliharaan atau perawatan, dan pemanfaatan alsintan, termasuk bagaimana memanfaatkan alsintan sampai manajemen keuangannya agar betul-betul kita bisa menghadirkan pertanian yang semakin maju," pungkas Syahrul.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id