comscore

Pembentukan BLU Batu Bara Perlu Payung Hukum

Annisa ayu artanti - 13 Januari 2022 17:36 WIB
Pembentukan BLU Batu Bara Perlu Payung Hukum
Ilustrasi pengusaha tambang batu bara - - Foto: MI/ Bagus Suryo
Jakarta: Anggota DPR-RI mengingatkan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) untuk DMO batu bara sebagai jalan keluar mengatasi krisis energi primer pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memerlukan payung hukum yang kuat.

Ketua Komisi VII DPR-RI Sugeng Suparwoto mengatakan pembentukan BLU perlu kajian yang lebih mendalam dan memerlukan payung hukum yang jelas. "Ini perlu kajian mendalam, karakter berbeda jika ini sudah jadi sikap, kalau saya cenderung (aturan) DMO saja jelas tercantum di Undang-undang Minerba," kata Sugeng dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian ESDM, Kamis, 13 Januari 2022.
Anggota Komisi VII Fraksi Gerindra Warnika juga menyebut payung hukum itu diperlukan agar tidak menjadi masalah kedepannya. Ia juga meminta untuk merumuskan dulu aturannya dengan jelas, setelah itu baru diterapkan.

"Menurut saya yang namanya pungutan atas dasar Undang-Undang. Harus Undang-Undang memungut itu. Apabila akan ada BLU lalu akan mengutip atau memungut maka Undang-Undang dulu dibikin," ucap Kardaya.

Berdasarkan data yang diterima Medcom.id, usulan skema DMO batu bara melalui BLU yakni  PT PLN (Persero) mengikat kontrak dengan beberapa perusahaan batu bara yang memiliki spesifikasi batu bara sesuai dengan kebutuhan PLN. Nilai harga kontrak akan disesuaikan per tiga atau enam bulan sesuai dengan harga pasar yang berlaku.

Kedua, PLN membeli batu bara sesuai harga pasar saat ini USD62 per ton untuk kalori 4.700. PLN akan menerima subsidi dari BLU untuk menutup selisih antara harga pasar dengan harga berdasarkan acuan USD70 per ton.

Ketiga, selisih antara harga yang diberikan PLN dan harga market batu bara akan diberikan oleh BLU melalui iuran yang diterima dari perusahan batu bara. Besaran iuran akan disesuaikan secara periodik berdasarkan selisih antara harga pasar yang dibeli PLN dan USD70 per ton.

Adapun asumsi perhitungannya sebagai berikut:

  1. Pembelian 120 juta ton coal (Market Price) kalori 4,659 kcal/kg: 120 juta ton x USD62 = USD7.440 Mn
  2. Pembelian DMO dari PLN harga HBA USD70 per ton: 120 juta ton x USD41 = USD4.920 Mn (harga USD41 sudah memperhitungkan pengurangan karena kadar air, belerang, dan abu).
  3. Selisih kebutuhan yang harus dibantu melalui BLU: USD7.440 Mn - USD4.920 Mn = USD2.520 Mn


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id