Mendag: Pemasaran Produk Harus Go Virtual

    Ilham wibowo - 26 Oktober 2020 08:32 WIB
    Mendag: Pemasaran Produk Harus <i>Go</i> Virtual
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Strategi baru dalam pemasaran produk sangat penting dimunculkan hadapi perubahan di masa pandemi covid-19. Pemanfaatan teknologi bisa dioptimalkan seperti sarana virtual.

    "Strategi pemasaran harus go virtual, yaitu memastikan bahwa bisnis perusahaan dapat dijangkau secara daring dan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto melalui keterangan tertulisnya, Senin, 26 Oktober 2020.

    Menurut Agus, peluang untuk bisa menumbuhkan usaha masih ada meski menghadapi tekanan berat akibat situasi pandemi. Penggunaan produk dan jasa akan kembali meningkat setelah konsumen mendapatkan cara pembelian yang sesuai.

    "Beberapa strategi lain, yaitu mengedepankan empati dalam melakukan komunikasi pemasaran dengan masyarakat, serta mengoptimalkan platform multimedia untuk memberikan informasi dan menjawab keluhan," tuturnya.

    Agus menambahkan, menyikapi kondisi saat ini Pemerintah juga dituntut mampu mengubah momentum krisis menjadi kesempatan, termasuk dalam hal meningkatkan ekspor Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia periode Januari-September 2020 menghasilkan surplus sebesar USD13,51 miliar dan tertinggi sejak 2012.

    Dalam kondisi krisis karena pandemi, pemerintah telah mengidentifikasi beberapa peluang yang dapat ditindaklanjuti oleh para pelaku usaha. Beragam peluang bisa diambil meliputi pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru, relokasi pusat-pusat industri dan investasi global sebagai dampak pandemi di sejumlah negara industri, transformasi digital dan perkembangan teknologi informasi, serta pemanfaatan potensi pasar di kawasan potensial, seperti Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah.

    "Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, perlu langkah-langkah yang luar biasa. Akselerasi, inovasi, dan kolaborasi sangat dibutuhkan untuk dapat bertahan di kondisi yang tidak biasa ini," ujarnya.

    Langkah peningkatan ekspor juga dilakukan antara lain dengan partisipasi pada World Expo di Dubai, pendirian pusat ekspor, pelaksanaan negosiasi perdagangan, revitalisasi pasar, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI).

    Kemudian peningkatan perlindungan konsumen dengan edukasi dan pengawasan barang beredar, serta melaksanakan proyek integrasi gudang sistem resi gudang (SRG) dengan sistem manajemen pergudangan (Warehouse Management System/WMS).

    Agus menambahkan agenda tahunan pameran perdagangan produk Indonesia berskala internasional juga bakal dilakukan secara virtual. Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) 2020 yang akan dilaksanakan pada 10-16 November 2020.

    "Mari kita turut menyukseskan perhelatan TEI-VE 2020 sebagai ajang promosi produk unggulan ekspor Indonesia. Para buyers nantinya dapat berinteraksi langsung dengan exhibitor secara virtual," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id