Cara Kementan Bantu Peternak Ayam yang Terpuruk saat Pandemi Covid-19

    Angga Bratadharma - 26 Oktober 2020 12:48 WIB
    Cara Kementan Bantu Peternak Ayam yang Terpuruk saat Pandemi Covid-19
    Ilustrasi. Foto: Antara/Adeng Bustomi
    Jakarta: Kondisi peternak ayam di Indonesia berada di titik nadir. Pasokan yang melimpah membuat harganya menjadi turun. Hal tersebut diperparah dengan hadirnya pandemi covid-19 yang membuat tingkat konsumsinya juga menurun.

    Kondisi yang mengkhawatirkan itu mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan akhirnya menginisiasi sebuah kampanye yakni 'Gerakan Makan Ayam' atau Gemaya. Kementan beranggapan kampanye Gemaya bisa menjadi solusi membantu peternak ayam bertahan di masa pandemi.

    Gemaya adalah kampanye yang memiliki tujuan untuk meningkatkan konsumsi ayam di masyarakat sehingga bisa membantu kelangsungan bisnis para peternak ayam di seluruh Indonesia. Kampanye ini juga memberikan efek tidak langsung kepada perekonomian Indonesia yang terguncang karena pandemi.

    Tentunya dengan dibukanya pasar-pasar dengan menerapkan protokol kesehatan akan ada transaksi yang bisa membuat roda perekonomian menggeliat kembali. Kondisi itu penting mengingat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi cukup dalam di kuartal II-2020, dan diperkirakan tetap negatif di kuartal III.

    Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Nasrullah menyebutkan daging ayam adalah sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang baik dan mudah terjangkau oleh masyarakat. Dorongan masyarakat untuk makan ayam tentu bisa berdampak positif, tidak hanya dari segi kesehatan tapi juga efeknya terhadap para peternak ayam.

    Ia menekankan pentingnya masyarakat memenuhi asupan gizi terutama di masa pandemi covid-19. Apalagi daging ayam disebutkan sebagai salah satu asupan makanan yang dibutuhkan agar imunitas tubuh meningkat. Dengan imunitas meningkat tentu harapannya bisa menekan penularan covid-19.

    "Menjaga pola makan dengan asupan gizi yang seimbang penting dilakukan sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi. Mengkonsumsi daging ayam merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya tahan tubuh karena gizinya dapat meningkatkan kekebalan tubuh," ujarnya, dalam sebuah webinar, Senin, 26 Oktober 2020.

    Ketua DPP Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Indonesia Rakhmat Nurianto menilai kampanye Gemaya bukan kampanye periodik ataupun seasonal. Gemaya bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menolong peternak ayam yang sedang terpuruk. Ia menilai Gemaya menghadirkan opsi-opsi jawaban baru dari masalah yang ada sekarang ini.

    Ia memberi contoh yakni rantai dingin, dan proses pengaturan suhu yang tidak terputus, mulai dari pemotongan, penyimpanan hingga konsumsi. Hal tersebut bisa mengubah industri ayam ras di Indonesia. Peternak pun harus beradaptasi dengan proses ini untuk kedepannya bisa menyimpan pasokan berlebih.

    Di sisi lain, pengesahan UU Cipta Kerja memungkinkan peningkatan investasi di sektor peternakan. Sebab, adanya sejumlah penghapusan kebijakan lama dan diberlakukannya kebijakan baru relatif lebih ramah terhadap masuknya investasi.
     
    Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan potensi peningkatan investasi di sektor peternakan ada karena perizinan berusaha dalam sektor peternakan, seperti ekspor benih dan bibit, produksi pakan, dan sebagainya kini dipermudah karena dikeluarkan langsung oleh pemerintah pusat.

    Saat ini, nilai investasi di sektor peternakan masih relatif kecil. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) investasi asing di sektor pertanian hanya sebesar USD119,0 juta atau setara dengan 6,65 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) pada 2018.

    Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di sektor peternakan pada tahun 2018 hanya Rp866,5 miliar atau hanya berkontribusi sebesar 2,52 persen dari total PMDN di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai Rp34,3 triliun pada 2018.
     
    "Melihat nilai investasi di sektor ini, tentu potensi di sektor ini masih cukup besar dan masih banyak daerah yang bisa dijajaki. Namun tentunya kita juga harus mengamati regulasi yang ada apakah sudah cukup ramah terhadap masuknya investasi," pungkas Felippa.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id