Bappenas: Pembangunan KIT Batang Menunggu Rencana Utama

    Antara - 13 Oktober 2020 09:47 WIB
    Bappenas: Pembangunan KIT Batang Menunggu Rencana Utama
    Gedung Bappenas. FOTO: Bappenas
    Batang: Progres pembangunan Kawasan Industri Terpadu Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sebagai tempat relokasi perusahaan asing masih menunggu masterplan (rencana utama). Rencana Utama menjadi referensi untuk mengubah status tanah Hak Guna Umum (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX menjadi wilayah kawasan industri Hak Pengelola Lahan (HPL).

    "Rencana Utama menjadi kunci menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penetapan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang akan dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan 201 PSN di Indonesia," kata Deputi Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Oleh karena, lanjutnya, untuk mengubah HGU menjadi HPL maka perlu dikoordinasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang ditargetkan dalam dua sampai tiga bulan selesai.

    Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan saat ini proses tahapan proyek pembangunan KIT masih berada pada jalurnya. "Sesuai perencanaan yaitu Oktober, November, dan Desember 2020 pada pekerjaan infrastruktur dasar kawasan industri untuk pekerjaan jalan simpang susun," ucapnya.

    Kemudian, kata dia, proyek akan dilanjutkan master plan dan studi kelayakan (feasibIlity study), serta analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) karena investor ke KIT Batang ditarget masuk Januari 2021.

    "Kita tidak usah terjebak dengan 450 hektare masuk dalam RTRW-nya karena hanya untuk mempercepat prioritas tahapan saja. Kalau PSN keluar sebanyak 4.300 hektare sudah masuk RTRW semuanya," katanya.

    Wihaji menegaskan KIT Batang tidak akan bersaing dengan kawasan industri di daerah tetangga dan tetap bersinergi karena KIT ini bagian dari percontohan kawasan yang dikelola oleh negara. "KIT Batang sebagai percontohan karena persaingan kita negara lain sehingga kawasan industri ini harus mampu kompetitif dengan Vietnam, Malaysia, dan negara lainnya," tutupnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id