Pertamina Gandeng Pupuk Kujang dan ITB Bentuk Pabrik Katalis Sawit

    Suci Sedya Utami - 31 Desember 2020 16:48 WIB
    Pertamina Gandeng Pupuk Kujang dan ITB Bentuk Pabrik Katalis Sawit
    Pendirian PT KSI sebagai perusahaan patungan penghasil katalis merupakan kolaborasi BUMN dan Perguruan Tinggi BHMN. Foto: Dok. Pertamina.



    Cikampek: PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Lubricants (PTPL) secara resmi membentuk perusahaan patungan bersama PT Pupuk Kujang (PK) dan PT Rekacipta Inovasi ITB dengan nama PT Katalis Sinergi Indonesia (PT KSI).
     
    Pendirian PT KSI sebagai perusahaan patungan penghasil katalis merupakan langkah kolaborasi yang ditempuh oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perguruan Tinggi BHMN, dalam rangka merealisasikan program pengembangan sumber daya energi berbasis kelapa sawit.

    Nilai investasi awal pembangunan pabrik Katalis ini sekitar Rp170 miliar dengan porsi saham PTPL sebesar 38 persen, PKC sebesar 37 persen, dan RII sebesar 25 persen.






    Direktur Utama PTPL Ageng Giriyono menjelaskan produk katalis memegang peranan penting dalam industri pengolahan minyak, industri kimia dan petrokimia, serta industri energi. Saat ini, produsen dan pemasok katalis di Indonesia masih sangat sedikit sehingga potensi pengembangan inovasi katalis dalam negeri sangat besar dan harus dimaksimalkan oleh para pelaku bisnis yang memang ahli dan memiliki kekuatan dalam bidang katalis.

    Ia mengatakan pemanfaatan energi terbarukan melalui kelapa sawit membutuhkan katalis untuk akselerasi proses pengembangannya, sehingga permintaan dan kebutuhan katalis akan terus meningkat secara signifikan di masa yang akan datang.

    Nantinya produksi katalis dari PT KSI akan berkontribusi sebesar kurang lebih 800 ton per tahun. Produk Katalis JV ini akan diserap sekitar 64 persen oleh Pertamina dan 34 persen dialokasikan untuk Oleochemical Plant.

    Dengan pembangunan pabrik tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor katalis secara signifikan, mempercepat lahirnya inovasi produk dan teknologi baru, membangun daya saing industri dalam negeri, sekaligus meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi bangsa Indonesia.

    "Bahkan pada saatnya nanti diharapkan produk katalis merah putih karya anak bangsa ini akan mampu menembus pasar ekspor dan bersaing dengan produk-produk global player," kata Ageng dalam keterangan resmi, Kamis, 3 Desember 2020.

    Ageng mengatakan pihaknya  akan berkontribusi dan mendukung penuh setiap tahapan mulai dari pabrik yang rencananya dilakukan pada triwulan kedua 2021 hingga nantinya dapat beroperasi pada triwulan pertama 2022.

    "Pendirian perusahaan patungan ini juga diharapkan membawa manfaat bagi Pertamina Group. Bagi PTPL menjadi potensi bisnis baru sedangkan di sisi lain diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga katalis bagi kilang milik PT Kilang Pertamina Internasional," ucap Ageng.

    Direktur Utama PT Rekacipta Inovasi ITB Alam Indrawan mengatakan pembentukan perusahaan Katalis Merah Putih merupakan tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Katalis Merah Putih merupakan satu-satunya di dunia yang bisa memproduksi bahan bakar dari sawit. Hasil petani sawit nantinya bisa tersalurkan dalam produksi bahan bakar untuk kendaraan.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi berharap pabrik Katalis Merah Putih dapat memberikan multiplier effect bagi industri nasional di tengah hantaman berat akibat pandemi covid-19. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id