Minat Masih Rendah, Petani Sukabumi Terus Didorong Daftar AUTP

    Gervin Nathaniel Purba - 22 April 2021 17:09 WIB
    Minat Masih Rendah, Petani Sukabumi Terus Didorong Daftar AUTP
    Secara umum, minat para petani untuk mengikuti AUTP belum tinggi di Kabupaten Sukabumi. (Foto: MI/Palce Amalo)



    Sukabumi: Para petani padi di Kabupaten Sukabumi terus didorong untuk mendaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hingga saat ini, minat petani untuk ikut AUTP masih rendah.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sudrajat mengatakan, AUTP memberikan banyak manfaat bagi para petani. Khususnya, petani yang mengalami kegagalan panen karena bencana hingga gangguan hama. Petani tidak akan mengalami kerugian karena disubsidi oleh AUTP.

     



    “Kami meminta agar para petani ini dapat mengikuti AUTP, karena memang untuk di Kabupaten Sukabumi terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya gagal panen. Mulai dari hama hingga bencana alam,” kata Sudrajat, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 22 April 2021.

    Pihaknya terus mendorong petani dan peternak untuk memanfaatkan bantuan subsidi premi asuransi untuk menjamin kelangsungan usaha. Selain itu, asuransi pertanian ini sangat bermanfaat apabila terjadi kegagalan pada usaha tani.

    “Saat gagal panen karena berbagai hal, petani tetap bisa melanjutkan usahanya dengan pembayaran klaim yang diterima dari AUTP,” kata Sudrajat.

    Sesuai dengan aturan, program AUTP ini hanya mewajibkan petani membayar Rp36 ribu per hektare per musim tanam. Sementara sisanya atau sebesar Rp144 ribu ditanggung oleh pemerintah.

    “Bila terjadi gagal panen akibat hama, kekeringan, dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare,” katanya.

    Untuk menarik minat petani agar mau mengikuti AUTP, Sudrajat menegaskan, pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi mengenai pentingya AUTP.

    “Untuk daerah yang langganan bencana alam sepeti banjir, para petani sudah pada ikut AUTP. Tetapi kalau secara menyeluruh belum, sehingga kami terus mengsosialisaskannya sampai saat ini,” katanya.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta Dinas Pertanian Daerah untuk mendorong petani mengikuti AUTP. Pemerintah memberikan subsidi premi asuransi tani sebesar Rp144 ribu per hektare.

    “AUTP ini akan terus kami sosialisaikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,” kata Syahrul.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani yang terkena musibah banjir atau kekeringan bisa mendapatkan ganti rugi dengan AUTP. Dengan harga premi yang murah, dia berharap, minat petani akan semakin tinggi ke depan.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id