Andy F Noya: Desa Menjadi Kunci Masa Depan Indonesia

    Suci Sedya Utami - 12 November 2020 14:12 WIB
    Andy F Noya: Desa Menjadi Kunci Masa Depan Indonesia
    .Andy F. Noya - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
    Jakarta: Jurnalis senior yang juga host Kick Andy, Andy F Noya menilai desa merupakan masa depan Indonesia yang sangat menjanjikan. Sebab, desa dapat menjadi kunci bagi Indonesia dalam mewujudkan negara dengan ekonomi lima besar di dunia pada 2045.

    Apalagi masa depan Indonesia tak lagi bergantung pada kota-kota besar lantaran investasi di daerah mulai berkembang dan porsinya hampir sama dengan di Pulau Jawa.

    "Kenapa aku tertarik di desa? Desa itu masa depan, jadi kalau ada yang bermimpi datang ke Jakarta, ke kota-kota besar, lupakan, lupakan, karena di desa kalian adalah masa depan Indonesia. Aku saja pindah ke desa," kata Andy seperti dikutip dalam acara webinar yang ditayangkan di akun YouTube resmi Media Academy, Kamis, 12 November 2020.

    Menurut Andy masih banyak potensi di desa yang bisa digali dan dikembangkan sehingga dapat menciptakan nilai tambah dan mendorong perekonomian nasional.

    Di sisi lain, desa akan menjadi tempat favorit untuk menghabiskan masa tua. Pertama dari sisi kesehatan lantaran alam yang masih asri dan jauh dari kontaminasi polusi udara,

    Kedua, dengan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Desa, pemerintah pun mengalokasikan dan menggelontorkan dana desa ke seluruh desa di Indonesia. Dana tersebut bisa digunakan untuk memajukan desa. Setiap tahun, alokasi dana desa makin meningkat.


    Di tahun ini saja pemerintah menggelontorkan dana desa sebesar Rp72 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Jumlah itu naik Rp2 triliun dari 2019 yang sebesar Rp70 triliun. Dari alokasi tersebut, rata-rata per desa mendapatkan dana desa sebesar Rp960 triliun.

    "Potensi desa dengan adanya dana desa itu dahsyat sekali," tutur Andy.

    Ketiga, banyak anak muda yang mulai bergerak ke desa dan mengenalkan teknologi agar masyarakat di desa tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Misalnya banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa yang kini telah menggunakan saluran digital atau online untuk memasarkan produknya.

    "Kalau kita tinggal di desa, kita mau buka akses pasar itu mudah sekali, platform-nya banyak sekali. Jadi enggak usah ke mana-mana," ujar dia.

    Saat ini Andy mengaku sedang gemar belajar dari Youtube mengenai cara beternak kambing. Di desa yang ia akan tempati kelak, ia tengah mengembangkan ternak kambing saanen. Kambing penghasil susu asal Swiss yang dibudidayakan di Australia dan diimpor oleh Indonesia.

    Ia berharap dapat membantu masyarakat sekitar desa untuk mengembangkan budidaya ternak kambing jenis ini yang nantinya bisa dikawinkan dengan kambing etawa dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat desa.

    "Ada pembudidayaan ternak unggul di desaku, aku dapat 15 kambing saanen, ini dikawinkan dengan etawa," terang dia.

    Lebih lanjut, Andy berpesan agar para milenial di Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) bisa mengembangkan potensi di daerah masing-masing. Ia bilang tidak perlu lari ke kota untuk dapat mencari penghidupan yang layak. Cukup dengan melihat potensi sekitar yang bisa diangkat menjadi cerita.

    "Di manapun kita berada untuk mengangkat cerita-cerita itu banyak sekali. Ini adalah modal awal kita untuk mulai bangkit, semangat dan memaknai hidup kita," jelas Andy.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id