Singkong Perkuat Cadangan Pangan Militer

    Ilham wibowo - 27 September 2020 15:23 WIB
    Singkong Perkuat Cadangan Pangan Militer
    Tanaman singkong akan digarap di program lumbung pangan nasional atau food estate Kalimantan Tengah (Kalteng). Foto: Antara/Wahdi Setiawan.
    Jakarta: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan menggarap singkong di program lumbung pangan nasional atau food estate Kalimantan Tengah (Kalteng). Singkong dipilih lantaran beragam manfaat turunannya, sekaligus cadangan pangan bagi militer menghadapi tantangan ketersediaan logistik.

    "Pohon bio industri singkong sangat atraktif dan luas dari pangan segar hingga ragam olahan segar, industri olahan pangan berbasis tepung, bioetanol, plastik, sweetener, lem, hingga militer," kata Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Yuliantoro Baliadi kepada Medcom.id, Minggu, 27 September 2020.

    Ketahanan pangan yang kuat dinilai dapat menimbulkan efek gentar (deterrent effect) bagi suatu negara secara geostrategis. Negara yang memiliki ketahanan pangan kuat lewat singkong yang menjadi komoditas strategis akan membuat kedaulatan Indonesia disegani secara global karena mampu berdikari memenuhi konsumsi masyarakatnya.

    "Seluruh bagian tanaman singkong dapat dimanfaatkan untuk tujuan industri usaha kecil dan menengah, ini keutamaan tanaman singkong," ujarnya.

    Ia memaparkan bahwa potensi hasil varietas singkong berkisar 25 ton per ha sampai dengan 89 ton per ha dan hasil umbi rata-rata bekisar 25 ton per ha sampai dengan 42 ton per ha. Pendekatan teknologi sangat bisa diterapkan agar hasil panen meningkat lebih besar.

    "Produktivitas ini bergantung pada dukungan teknologi budidaya rekomendasi yang diterapkan, tujuan bahan baku untuk jenis industri, karena secara teknologi telah dibuktikan dapat mencapai 100 ton per ha bergantung populasi tanaman dan umur panen," paparnya.

    Menurutnya, peluang pengembangan singkong di Kalteng yang dulunya merupakan lahan rawa juga tergolong baik dan memungkinkan. Secara existing saat ini tanaman singkong sudah ada dan dikembangkan oleh masyarakat di lahan pasang surut tipe C dan D kemudian tipe transisi C ke B butuh tata kelola air dan kemasaman PH tanah yang lebih baik.

    "Untuk bahan baku pati misalnya varietas Malang 4 hasil umbi rata-rata mencapai 40 ton per ha dan UJ 5 mencapai 36 ton per ha, untuk rasa enak Adira 1 dan Malang 1 hasil umbi rata-rata sebesar 25 ton per ha dan 36 ton per ha," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id