Sri Mulyani Ungkap Kendala yang Menghambat Ekspor UMKM

    Eko Nordiansyah - 20 April 2021 11:44 WIB
    Sri Mulyani Ungkap Kendala yang Menghambat Ekspor UMKM
    Ilustrasi produk UMKM lokal - - Foto: MI/ Hendrik



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap sejumlah hambatan yang menjadi kendala para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor. Padahal UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian, seperti menciptakan lapangan kerja.

    "Kami memahami UMKM memiliki berbagai persoalan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing untuk mendukung ekspor," katanya dalam webinar 'Memacu Ekspor UKM' di Jakarta, Selasa, 20 April 2021.

    Kendala pertama yakni minimnya pemahaman legalitas. Pemerintah saat ini berupaya melakukan penyederhanaan perizinan bagi para pelaku UMKM, termasuk perizinan untuk ekspor impor.

     



    "Sertifikasi keamanan pangan, sertifikasi halal, dan mahalnya biaya sertifikasi jadi penghalang. Ini merupakan PR bagi pemerintah untuk terus menyederhanakan, namun bagi usaha kecil untuk terus memperhatikan legalitas kegiatan usaha," ungkapnya.

    Kedua, UMKM memiliki akses yang cukup sulit dalam mendapatkan pembiayaan karena minimnya utilisasi dari program penugasan khusus ekspor. Dengan agunan dan modal yang terbatas, UMKM juga dihadapkan pada masalah suku bunga tinggi dari pembiayaan lembaga keuangan.

    "Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan suku bunga untuk usaha kecil menengah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu contoh dimana volume dan aktivitas untuk UMKM terus ditingkatkan," jelas dia.

    Ia menambahkan masalah lain yang juga dihadapi para UMKM yakni pendampingan. Saat ini, banyak upaya pendampingan bagi UMKM untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan mereka, meningkatkan kualitas SDM, tata kelola, hingga manajemen perusahaan.

    Keempat, hambatan UMKM untuk bisa masuk pasar ekspor adalah masalah produksi. Para pelaku UMKM seringkali kesulitan untuk memenuhi standar produksi yang ditetapkan secara global, termasuk kapasitas produksinya yang belum secara berkesinambungan memenuhi permintaan global.

    Terakhir masalah pemasaran. Ia menyebut  terbatasnya informasi mengenai peluang pasar dan jangkauan pemasaran oleh UMKM. Kemudian minimnya kemampuan promosi hingga tingkat literasi digital dan keuangan untuk menembus pasar global.

    "Ketidakkonsistenan dalam update produk marketplace menjadi salah satu faktor. Jalur logistik salah satu penghalang kurangnya infrastruktur transportasi logistik dan IT serta rendahnya konektivitas transportasi darat laut udara wilayah Indonesia menyebabkan meningkatnya dan mahalnya biaya logistik dan lamanya pengiriman," pungkasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id