Strategi Menperin Jadikan RI Pusat Produk Halal Dunia

    Husen Miftahudin - 11 Mei 2021 14:46 WIB
    Strategi Menperin Jadikan RI Pusat Produk Halal Dunia
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, akselerasi pengembangan Kawasan Industri Halal (KIH) perlu segera dilakukan. Apalagi, Indonesia ditargetkan menjadi pusat produksi produk-produk halal di dunia.

    "Percepatan pembangunan kawasan industri halal perlu segera dilakukan, hal ini ditempuh lewat beberapa instrumen insentif. Selain itu kami mengusulkan KIH ditetapkan statusnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri berbasis halal," kata Agus dalam siaran persnya, Selasa, 11 Mei 2021.

     



    Agus menjelaskan, investasi tersebut dapat berupa pembiayaan untuk calon tenant, termasuk pembiayaan sertifikat halal bagi Industri Kecil Menengah (IKM). Pemerintah juga bekerja sama dengan Uni Emirat Arab, dan menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki tiga KIH sehingga perusahaan mereka dapat segera berinvestasi.

    Ia menambahkan, produk yang dihasilkan oleh KIH bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menembus pasar ekspor. Dengan potensi yang besar, Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi halal di dunia.

    "Terlebih, produk halal saat ini makin dinikmati masyarakat dunia, bukan hanya oleh kaum muslim. Selain itu, KIH saat ini belum berkembang sesuai dengan yang diinginkan," imbuh dia.

    Kemudian, untuk mengembangkan KIH, dibutuhkan tambahan investasi, misalnya untuk pembangunan laboratorium, dry port, dan logistik khusus. Kebutuhan KIH ini berbeda dengan fasilitas yang dibangun pengembang pada umumnya.

    Dengan kebutuhan KIH yang spesifik, Agus menyampaikan komitmen pemerintah dalam pengembangan industri halal, sesuai dengan pesan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bahwa KIH harus jalan dan berkembang.

    Karenanya, perlu dukungan dari pihak-pihak yang terkait agar dapat memberikan insentif yang lebih menarik dan progresif. Kemenperin akan terus bekerja sama dengan instansi dan stakeholder terkait untuk mewujudkan pengembangan KIH,” papar Agus.

    Sementara untuk Halal Modern Valley, Kawasan Industri Modern Cikande, Agus menyampaikan bahwa kawasan tersebut akan menjadi klaster industri halal yang terintegrasi pertama dan terbesar se-Indonesia dengan luas mencapai 500 hektare. KIH Halal Modern Valley merupakan area yang didesain dengan sistem dan fasilitas untuk mengembangkan industri yang memproduksi produk halal sesuai prinsip syariah.

    Fasilitas pendukung di KIH Modern Cikande antara lain proses yang terintegrasi beserta fasilitas pendukung, pusat penelitian dan pengembangan, politeknik teknologi pangan, sistem manajemen mutu halal, lembaga pembiayaan syariah, serta pelabuhan. Selain itu, juga akan tersedia fasilitas kepabeanan.

    Menperin menuturkan, rencananya pembangunan KIH yang dikelola oleh PT Modern Industrial Estate tersebut akan berjalan dalam jangka waktu lima tahun dengan tiga tahapan. Tahap pertama akan dibangun pada lahan seluas 150 hektare, tahap kedua seluas 150 hektare, dan tahap ketiga seluas 200 hektare.

    Sedangkan pengembangan tahap pertama telah dilakukan sejak Oktober 2019. Berdasarkan masterplan, KIH akan dikembangkan menjadi klaster industri halal sebagai ekosistem halal dari hulu sampai hilir, termasuk sistem logistiknya dengan harapan menjadi hub halal internasional di Indonesia.

    "Terkait infrastruktur halal, manajemen KIH Halal Modern Valley telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI) dalam hal pengembangan dan desain integrasi industri halal di KIH," tutup Agus.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id