comscore

Jasa Raharja Tekan Angka Laka Lantas via Aplikasi

Ade Hapsari Lestarini - 25 Desember 2021 11:48 WIB
Jasa Raharja Tekan Angka Laka Lantas via Aplikasi
Jasa Raharja. Foto : Jasa Raharja.
Jakarta: PT Jasa Raharja mendukung kebijakan pemerintah membatasi mobilitas orang di masa pandemi covid-19 varian Omicron. Selain itu, Jasa Raharja juga menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan memfasilitasi masyarakat untuk bersilaturahmi secara online dengan keluarga di kampungnya.

Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana mengatakan, program tidak mudik pada libur Nataru dibuat sebagai bentuk dukungan Jasa Raharja terhadap kebijakan pemerintah tersebut.
"Mudik online merupakan solusi bagi masyarakat untuk tetap bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halamannya, tanpa melakukan perjalanan fisik yang berisiko di masa pandemi covid-19 varian Omicron," kata Dewi Aryani, dalam sebuah talkshow, dikutip Sabtu, 25 Desember 2021.


Aplikasi JRku


Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono mengatakan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat sudah harus mengunduh aplikasi JRku yang sudah termasuk public service payment, termasuk kerja sama di 2.352 rumah sakit pada saat klaim kecelakaan hingga meninggal dunia.

"Fiturnya sudah mulai lengkap hingga menuju super app," kata Rivan.

Rivan juga masih melihat terutama pengendara sepeda motor pentingnya perlengkapan safety seperti helm, sarung tangan, kaca spion, hingga lampu sen.

"Intinya lebih baik mencegah jika sayang keluarga masing masing pengendara baik roda dua maupun roda empat" jelas Rivan.

Rivan mengungkapkan, dari data demografi korban laka lantas Jasa Raharja 2021 periode sampai November, korban kecelakaan didominasi usia pelajar (6-25 tahun) sebesar 37 persen dan usia produktif (26-55 tahun) sebesar 42 persen. Sementara untuk jenis kelamin pria sebesar 68,23 persen dan wanita 31,77 persen.

"Ternyata korban laka didominasi profesi pelajar dan wiraswasta," ungkap Rivan.


Pembayaran santunan


Di sisi lain, penyerahan santunan periode sampai November 2021 sebesar Rp2,15 triliun santunan secara nasional naik 1,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar Rp2,12 triliun.

Sebelumnya, Jasa Raharja memberikan kuota data internet senilai Rp150 ribu secara gratis kepada 5.000 pendaftar. Data pendaftar akan diverifikasi tim Jasa Raharja sesuai ketentuan berlaku.

Untuk masa pendaftaran tahap kedua berlangsung dari 22-30 Desember 2021. Adapun pendaftaran dilakukan melalui aplikasi JRku dengan mengikuti beberapa syarat.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mendeteksi tiga kasus Omicron berdasarkan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang keluar pada Rabu, 22 Desember 2021 malam. Sama seperti lima temuan sebelumnya, tiga kasus terkonfirmasi ini merupakan imported case, dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Kongo dan Malaysia.

Ketiganya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan kini telah menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Dengan tambahan ini, maka total jumlah kasus Omicron di Indonesia menjadi delapan orang.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id