comscore

Bea Cukai: Ekspor Fasilitas KITE IKM Tembus USD43 Juta

Insi Nantika Jelita - 02 Juni 2022 18:20 WIB
Bea Cukai: Ekspor Fasilitas KITE IKM Tembus USD43 Juta
Ilustrasi nilai ekspor Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) - - Foto: MI/ Ramdani
Jakarta: Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani menyebut nilai ekspor Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) mencapai USD43 juta sejak 2017.
 
Fasilitas KITE IKM diberikan untuk impor bahan baku, bahan penolong, bahan pengemas, barang contoh, dan mesin dengan fasilitas fiskal berupa pembebasan bea masuk serta tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) impor. Batasan nilai investasinya sampai dengan Rp15 miliar dan hasil penjualan paling banyak Rp50 miliar.
 
"Di 2017, nilai ekspor mencapai USD3,1 juta dan di 2021 bisa meningkatkan ekspor menjadi USD43 juta. Artinya, ini meningkat berkali-kali lipat dari 2017," ujarnya dalam media briefing, Kamis, 2 Juni 2022.
 
Dengan peningkatan ekspor itu, dinilai menjadi sumber dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelum pandemi, ungkap Askolani, ada peningkatan ekspor 10 persen. Seiring pemulihan yang ada dan kinerja positif ekspor dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di atas lima persen pada tahun ini.
 
“Nah, ini manfaat nyata pemberian fasilitas dan pengembangan wilayah tadi dalam fasilitas KITE dan lainnya," sebutnya.
 
Daerah-daerah yang mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing, misalnya wilayah di Cikarang, Purwakarta, Bogor, Tangerang juga dikatakan menyerap tenaga kerja yang masif dalam mendukung ekspor.
 
Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Untung Basuki menjelaskan, pemberian insentif fiskal melalui fasilitas kepabeanan dinilai efektif menumbuhkan ekonomi melalui peningkatan kinerja ekspor. Pada 2021, tercatat nilai ekspor mencapai USD88,29 miliar atau tumbuh sebesar 43,56 persen (year on year) dibandingkan 2020.
 
Ia menambahkan, Bea Cukai juga tidak hanya mengurusi penyelundupan, penerimaan cukai maupun impor, tapi juga memikirkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
"Selama pandemi, UMKM lah penopang ekonomi nasional. Perusahaan UMKM ini tidak bisa dipinggirkan tapi harus diperdaya," ucapnya.
 
Untuk menggali potensi ekspor, utamanya pada UMKM, Bea Cukai mengoptimalkan program Klinik Ekspor dengan pemberian edukasi, literasi, asistensi kepada perusahaan baik yang sudah ekspor maupun yang memulai ekspor. 

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id