Ratusan Hektare Sawah di Kalsel Diserang Hama, Kementan Ingatkan Pentingnya Asuransi Pertanian

    M Studio - 17 Mei 2021 21:08 WIB
    Ratusan Hektare Sawah di Kalsel Diserang Hama, Kementan Ingatkan Pentingnya Asuransi Pertanian
    Mentan Syahrul Yasin Limpo akan terus gencar menyosialisasikan pentingnya AUTP kepada petani (Foto:Dok.Kementan)



    Jakarta: Musibah dialami petani di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel). Setelah sebelumnya lahan mereka terendam banjir, kini hama tungro menyerang tanaman padi.

    Serangan hama menyerang sekitar 200 hektare lahan yang tersebar di wilayah Kecamatan Rantau Badauh, Cerbon, Tabukan, Barambai, serta Kecamatan Anjir Muara. Tanaman padi milik petani di sejumlah wilayah kecamatan tersebut gagal panen akibat banjir besar pada pertengahan Januari 2021.

     



    Untuk mengurangi potensi risiko dan menekan kerugian yang dialami petani, Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong dinas pertanian di daerah menggencarkan sosialisasi agar petani tergerak mengikuti AUTP.

    Menurut Mentan, tak sepenuhnya premi asuransi ditanggung oleh petani. "Pemerintah mensubsidi premi asuransi tani sebesar Rp144 ribu per hektare. Jadi, saya meminta agar dinas pertanian mendorong petani untuk ikut AUTP ini untuk menekan kerugian," kata Mentan Syahrul.

    Mentan menegaskan akan terus gencar menyosialisasikan pentingnya AUTP kepada petani. Sebab, AUTP merupakan bentuk perlindungan kepada petani. 

    "Saat ini tercatat telah banyak petani yang menjadi anggota AUTP dan menerima manfaat dari program ini," kata Mentan Syahrul.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy menambahkan, asuransi pertanian akan memberikan ganti rugi kepada petani yang didera musibah banjir, kekeringan, maupun terserang hama.

    Lantaran telah disubsidi oleh pemerintah, maka premi yang harus dibayarkan oleh petani hanya Rp36 ribu per hektare per musim. "Dengan premi tersebut, petani yang tertimpa musibah akan mendapat klaim ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektare," ujar Sarwo Edhy.

    Petani yang telah mengikuti program AUTP dapat mengajukan klaim ganti rugi asuransi jika ketika terjadi musibah gagal panen akibat bencana alam maupun serangan hama, termasuk bencana banjir bandang hingga gempa bumi. Sementara, hama yang dimaksud mencakup wereng cokelat, walang sangit, tikus, penggerek batang, tungro, dan ulat grayak.

    Tak hanya itu, menurut Sarwo Edhy asuransi AUTP juga memberikan jaminan kerugian atas gagal panen akibat penyakit tanaman seperti penyakit blas, kerdil rumput, kerdil hampa, tungo dan busuk batang.

    Dengan mengikuti asuransi petani Sarwo Edhy menjamin petani tak akan kehilangan produktivitasnya. Sebab, biaya yang mereka keluarkan untuk musim tanam berikutnya telah dibackup oleh asuransi berdasarkan klaim yang diajukan.

    "Jadi saya mengimbau kepada petani untuk segera mengikuti program AUTP ini karena banyak manfaat yang bisa didapat, utamanya perlindungan terhadap tanaman mereka dari risiko gagal panen," tutur Sarwo Edhy.

    Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, Murniati, mengungkapkan pihaknya aktif memberikan bimbingan pada petani untuk mengendalikan hama tungro.

    “Mudah-mudahan dengan adanya pengawalan yang ketat, penyakit tungro ini bisa dikendalikan penyebarannya," katanya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id