Mitigasi Pertamina Atasi Kebakaran di Kilang Balongan Dinilai Tepat

    Al Abrar - 31 Maret 2021 13:29 WIB
    Mitigasi Pertamina Atasi Kebakaran di Kilang Balongan Dinilai Tepat
    Dua tangki di Kilang Balongan sudah dipadamkan. Foto: dok Pertamina.



    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus mengapresiasi kerja cepat PT Pertamina (Persero) mengatasi terbakarnya tangki penyimpanan BBM di Kilang Balongan, Indramayu pada Senin, 29 Maret 2021 dini hari. Seluruh direksi ke lokasi musibah hingga api berhasil dipadamkan. 

    "Ini sebuah langkah yang tepat, kita di DPR mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Direksi hingga ujung tombak di lapangan," kata Deddy melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 31 Maret 2021. 






    Menurut informasi dari internal Pertamina, insiden terbakarnya empat unit tangki penyimpanan BBM itu kemungkinan besar akibat petir dan bukan karena kelalaian atau sabotase. Meski begitu saat ini Pertamina masih menunggu hasil investigasi resmi tentang kebakaran. 

    "Yang jelas, kita bersyukur karena tidak ada korban jiwa dan seluruh warga terdampak dapat ditangani dengan baik oleh petugas di lapangan. Petugas di mampu melokalisasi dengan cepat sehingga kebakaran tidak merembet, tidak menimbulkan korban yang fatal," kata Deddy.

    Lebih jauh, Deddy mengatakan bahwa sebenarnya tangki penyimpanan yang terbakar itu sudah cukup tua karena dibangun pada 1993. Meski begitu Direktorat HSSE Pertamina selalu memeriksa terhadap kelayakan sistem keamanan yang digunakan keempat tangki yang terbakar. 

    Baca: 2 Tangki di Kilang Balongan Sudah Dipadamkan

    Sehingga sejauh ini bisa dipastikan bahwa tangki-tangki tersebut dalam keadaan layak dan aman digunakan serta mengikuti standar internasional yang baku. Pihaknya meminta agar Pertamina dan pihak berwenang melakukan investigasi serta pemeriksaan yang menyeluruh terhadap sebab musabab kebakaran tersebut. 

    "Kita harus belajar dari setiap musibah yang terjadi serta memastikan Pertamina melakukan langkah-langkah untuk mencegah kejadian yang sama di masa depan," ujar Deddy.

    Terkait dengan keamanan pasokan BBM dalam negeri juga telah dijamin oleh Pertamina bahwa tidak akan ada kelangkaan atau hambatan. Sebab Pertamina telah memiliki rencana mitigasi yang detail menghadapi kasus seperti ini. Sehingga pasokan BBM dan avtur berada dalam kondisi aman untuk 20-74 hari ke depan, dengan stok bensin dan solar di angka 10,5 juta barel dan 8,8 juta barel. Sedangkan untuk avtur di angka stok aman di kisaran 3,2 juta barel. 

    "Cadangan yang terbakar di Indramayu itu hanya sekitar tujuh persen dari total stok dan sebagai penggantinya akan dipasok dari Kilang Cilacap dan TPPI," ujar Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini. 

    "Oleh karena itu masyarakat tidak perlu panik sebab dipastikan tidak ada kendala dalam distribusi ke seluruh negeri terkait insiden ini," ujar Deddy.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id