Top 3 Populer Ekonomi: UU Cipta Kerja dan Penyaluran PEN Masih Mendominasi

    Ade Hapsari Lestarini - 19 Oktober 2020 07:24 WIB
    Top 3 Populer Ekonomi: UU Cipta Kerja dan Penyaluran PEN Masih Mendominasi
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus digenjot berbagai pihak. Salah satunya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang mempercepat pergerakan ekonomi nasional dengan mendukung perputaran bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Plt Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan hingga 15 Oktober 2020 penyaluran PEN Bank Mandiri sudah mencapai Rp44,88 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 153 ribu nasabah.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal ekonomi Medcom.id sepanjang Minggu, 18 Oktober 2020.

    1. Bank Mandiri Catat Realisasi Penyaluran Dana PEN Capai Rp44,88 Triliun

    Bank Mandiri fokus menyalurkan dana PEN kepada pelaku UMKM. Penyaluran dana PEN untuk pelaku UMKM mencapai Rp23,56 triliun atau sebesar 52 persen dari total dana PEN yang disalurkan oleh Bank Mandiri.

    Penyaluran tersebut dilakukan ke berbagai sektor antara lain sektor pendukung industri Pertanian, FMCG (Fast Moving Consumer Goods), Jasa, Perdagangan dan sektor lainnya yang terdampak covid-19 termasuk sektor padat karya agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Dunia Usaha Menilai UU Cipta Kerja Dukung Pemulihan Ekonomi

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan adanya dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respons yang cepat dan tepat.

    Menurutnya, Undang-Undang Cipta Kerja menjadi salah satu jawaban untuk merespons dinamika tersebut dan memecahkan kendala utama dalam pertumbuhan ekonomi selama ini, yakni regulasi yang terlalu banyak, tumpang tindih dan sebagian bertentangan.

    "Undang-Undang ini hadir untuk meningkatan kompetensi pencari kerja, kesejahteraan pekerja dan mewujudkan lapangan kerja yang berkualitas di Indonesia," sebutnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Hasil Uji Residu 5 Tahun Terakhir, Produk Perikanan Aman

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan hasil evaluasi pengujian residu produk selama lima tahun terakhir dari berbagai daerah sentral produksi memastikan produk hasil perikanan budi daya aman.

    "Hasil monitoring residu selama lima tahun terakhir menyimpulkan bahwa produk budi daya aman. Ini saya kira angin segar untuk daya saing produk kita di perdagangan internasional," kata Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Slamet Soebjakto.

    Menurut Slamet, hasil evaluasi monitoring residu di berbagai daerah telah memperkuat preferensi konsumen dan bisa mendorong keberterimaan produk hasil perikanan budi daya khususnya untuk ekspor. Terlebih, lanjutnya, saat ini KKP tengah menggenjot kinerja ekspor untuk mendongkrak PDB Indonesia.

    Baca berita selengkapnya di sini

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id