4 Kunci untuk Bertahan Selama Krisis Pandemi

    Gervin Nathaniel Purba - 26 Februari 2021 20:59 WIB
    4 Kunci untuk Bertahan Selama Krisis Pandemi
    Editor in Chief Marketeers Iwan Setiawan mengajak seluruh lapisan usaha untuk tetap optimistis dan menerapkan CIEL dalam implementasi bisnisnya. (Foto: Dok)



    Jakarta: Seluruh masyarakat dunia masih diharuskan tetap menjalankan aktivitas dari rumah akibat pandemi covid-19. Situasi ini juga turut berdampak pada kondisi perekonomian dan dunia bisnis di Indonesia.

    Bagaimanapun, rasa optimistis tetap harus dijaga. Menurut sekaligus Founder dan Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya, terdapat empat kunci untuk bertahan selama krisis, yaitu creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership atau CIEL.






    Pemasar maupun dunia bisnis tidak hanya harus kreatif dan inovatif, namun juga diperlukan kombinasi antara strategi marketing yang tepat dan progresif dengan jiwa entrepreneurship yang dipadukan dengan kepemimpinan yang baik. 

    "Konsep ini lah yang menjadi landasan tema masing-masing sesi yang disajikan dalam Marketeers Hangout 2021," ujar Hermawan, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 26 Februari 2021.

    Sementara itu, Editor in Chief Marketeers Iwan Setiawan mengajak seluruh lapisan usaha untuk tetap optimistis dan menerapkan CIEL dalam implementasi bisnisnya.

    “Meski terdapat optimisme pertumbuhan perekonomian nasional, tidak dipungkiri bahwa tahun ini tantangan pada dunia bisnis akan semakin berat. Strategi marketing yang baik saja tidak cukup, harus ada kombinasi antara jiwa entrepreneurship dan kepimpinan untuk memperkuat bisnis,” ujar Iwan, dalam event virtual Marketeer Hangout.

    Iwan menambahkan, pada tahun ini pula pemasar harus bisa memanfaatkan teknologi untuk optimalisasi proses bisnis. Apalagi, saat ini sudah memasuki era Marketing 5.0, di mana kegiatan pemasaran dituntut untuk menggunakan integrasi antara teknologi dengan humanity.

    “Di era Marketing 5.0, perusahaan dituntut untuk bisa memanfaatkan New Tech dengan New CX. Dengan begitu, customer experience akan semakin efisien, meaningful, dan bisnis Anda dapat memberikan value lebih kepada customer. Optimalisasi bisnis dapat tercapai jika perusahaan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan manusia (humanity),” kata Iwan.

    Terdapat tiga sifat yang harus dimiliki oleh teknologi, yaitu personal, social, dan experiental. Pada aspek personal, teknologi harus dipersonalisasi sesuai dengan target konsumen sehingga menyajikan pengalaman yang melibatkan emosi. 

    Tidak hanya itu, sifat personal juga dapat menumbuhkan sense of control atau menghadirkan pilihan bagi konsumen.

    Kedua, teknologi bersifat sosial untuk menjembatani keinginan manusia dan mengkoneksikan manusia satu dengan yang lain. “Artinya, teknologi harus dapat menjadi sarana untuk benchmark dengan orang lain sehingga menjadi inspirasi untuk terus berkembang,” kata Iwan.

    Teknologi juga harus experiental atau terbuka terhadap perbaikan. Perusahaan dituntut untuk dapat terus melakukan inovasi pada layanan maupun produk. Namun, inovasi yang repetitif  dapat menjadi bumerang bagi perusahaan. Karena itu, dibutuhkan kreatifitas untuk menciptakan inovasi yang berbasis data. 

    “Dengan adanya ketiga sifat tersebut, adopsi teknologi dalam perusahaan dapat memaksimalkan customer experience yang berdampak pada peforma perusahaan,” katanya.


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id