Petani Tembakau dan Pengusaha Rokok Minta Kenaikan Cukai Dibatalkan

    Husen Miftahudin - 13 Oktober 2020 21:58 WIB
    Petani Tembakau dan Pengusaha Rokok Minta Kenaikan Cukai Dibatalkan
    Ilustrasi industri rokok. Foto: Antara/Seno
    Jakarta: Petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) dan pelaku industri rokok yang berkumpul dalam Gabungan Perusahaan Rokok Indonesia (Gapero) meminta pemerintah membatalkan rencana kenaikan cukai rokok pada 2021.

    Petani tembakau saat ini sedang mengalami kesulitan akibat pandemi covid-19 dan terimbas kenaikan cukai 2019.

    Ketua Gapero Surabaya Sulami Bahar mengaku industri hasil tembakau (IHT) menjadi satu industri yang terpukul dan menderita akibat adanya wabah covid 19. Padahal IHT merupakan salah satu industri strategis yang menggerakan ekonomi masyarakat, karena selain menyerap jutaan tenaga kerja di industri rokok, juga menyerap tenaga kerja di sektor perkebunan dan sektor turunan lainnya.

    "Karena itu pemerintah seharusnya melindungi IHT dengan cara tidak menaikan cukai rokok di 2021. Jika pemerintah tidak menaikkan cukai rokok, akan menyelamatkan ratusan ribu hingga jutaan tenaga kerja di sektor industri rokok dan perkebunan tembakau," ujar Sulami dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Jika pemerintah menaikkan cukai rokok, ungkap Sulami, hanya akan menambah beban bagi keberlangsungan industri nasional. Pasalnya pemerintah sudah menaikkan cukai dan harga jual eceran rokok masing-masing sebesar 23 dan 35 persen pada 2019 lalu.

    "Karena itu kami meminta tolong kepada pemerintah agar jangan membuat regulasi yang melemahkan industri hasil tembakau. Harapan kami di 2021 tidak ada kenaikan tarif cukai atau status quo," tegas dia.

    Karena itu, Sulami mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan matang matang setiap kebijakan yang akan diambil. Jangan sampai kebijakan yang dikeluarkan justru memberatkan industri dan petani. "Jangan sampai industri yang tersisa ini tergerus. Padahal industri yang ada sekarang ikut membantu pemulihan ekonomi nasional," tegasnya.

    Ketua APTI Nusa Tenggara Barat Sahmihudin juga mendesak pemerintah untuk tidak menaikan tarif cukai di 2021. Sebab kenaikan tarif cukai rokok bukan hanya mengurangi jumlah penjualan, tapi juga mengurangi produksi rokok itu sendiri.

    Dia menjelaskan setiap satu persen kenaikan tarif cukai yang dikeluarkan pemerintah berakibat ribuan tenaga kerja di sektor perkebunan tembakau kehilangan mata pencahariannya. Kenaikan cukai akan berimbas pada masyarakat petani tembakau di seluruh Tanah Air.

    "Dalam kondisi ekonomi yang sangat susah saat ini akibat wabah covid-19 serta kenaikan tarif cukai 2019 lalu, dan apabila pemerintah kembali menaikkan tarif cukai di 2021, maka akan membuat perekonomian semakin sulit. Kondisi ini berimbas semakin menderitanya masyarakat petani tembakau di seluruh Indonesia," tutup Sahmihudin. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id