Respons Pengusaha Usai RUU Cipta Kerja Disahkan

    Annisa ayu artanti - 06 Oktober 2020 10:18 WIB
    Respons Pengusaha Usai RUU Cipta Kerja Disahkan
    Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani - - Foto: Medcom/ Husen Mitahudin
    Jakarta: Kalangan dunia usaha menyambut positif pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja menjadi Undang-undang.

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan UU Cipta Kerja akan mendorong perekonomian dan investasi melalui penciptaan dan perluasan lapangan kerja.

    "UU tersebut mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja, melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan, kemudahan bagi pelaku usaha terutama UMKM, ekosistem investasi yang kondusif, hingga tercipta lapangan kerja yang semakin besar untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Ia mengungkapkan RUU Cipta Kerja merupakan salah satu kebijakan yang penting dalam mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi covid-19. Apalagi saat ini banyak karyawan terpaksa kehilangan pekerjaan maupun menjadi pekerja paruh waktu.

    Dengan kemudahan investasi yang tertuang dalam UU, akan meningkatkan investasi lalu membuka lapangan pekerjaan.
     
    "Kejadian pandemi covid-19 memberikan dampak kontraksi perekonomian dan dunia usaha yang sangat signifikan, RUU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi,” ujarnya.

    Rosan menambahkan tanpa reformasi struktural tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap melambat meskipun pemerintah berupaya menangani pandemi covid-19 secara maksimal.

    "Penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6-7 persen untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha existing, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan konsumsi di kisaran 5,4-5,6 persen," ujar Rosan.

    Di sisi lain, pengesahan UU itu dapat mendukung program pemberdayaan UMKM dan Koperasi sehingga kontribusi UMKM terhadap PDB akan meningkat.

    "Apabila UU Cipta Kerja dilakukan maka akan meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong investasi masuk sehingga akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat yang akhirnya akan mempercepat pemulihan perekonomian nasional," pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id