'Menkeu' Keluarga, Kanada Dorong Perempuan Ciptakan Peluang di Tengah Krisis

    Ade Hapsari Lestarini - 18 Februari 2021 15:56 WIB
    'Menkeu' Keluarga, Kanada Dorong Perempuan Ciptakan Peluang di Tengah Krisis
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED) mendorong peran perempuan dalam sektor bisnis terus menggeliat selama pandemi covid-19.

    Pemerintah Kanada dan organisasi pembangunan Kanada yang menginisiasi Pekan Pembangunan Internasional 2021 (IDW2021), fokus kepada kesetaraan gender, kesehatan, dan perubahan iklim. Agenda yang dihelat pada 7-13 Februari tersebut dan mengusung "Go for the Goals" ini menggarisbawahi komitmen Kanada untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.






    "Studi menunjukkan bahwa covid-19 telah berdampak secara tidak proporsional pada bisnis, khususnya bagi wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kami memahami tantangan khusus yang dihadapi perempuan Indonesia, terutama perempuan perdesaan," ujar Duta Besar Kanada untuk Indonesia H.E. Cameron MacKay, dikutip dalam keterangan resminya, Kamis, 18 Februari 2021.

    Oleh karena itu Kedutaan Besar Kanada memberikan peningkatan kapasitas dan dukungan teknis untuk membantu para wanita pengusaha ini untuk memulai, menyesuaikan, dan memperluas bisnis mereka melalui proyek NSLIC/NSLRED.

    Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryani Motik menambahkan dalam situasi krisis saat ini, ibu rumah tangga berperan sebagai menteri keuangan keluarga sekaligus pemimpin yang memberikan keteladanan bagi anak.

    "Tuntutan ini memaksa perempuan berjuang keras untuk mempertahankan ekonomi keluarga dan mempertahankan usaha yang telah dibangunnya. Wanita tidak akan ragu atau malu untuk memulai bisnis dari nol," jelas Suryani Motik.

    Sejak didirikan, NSLIC/NSELRED telah mendukung lebih dari 4.600 bisnis, setengahnya dimiliki oleh perempuan, dengan penyediaan bantuan teknis untuk memperkuat keterampilan manajemen bisnis dan mengembangkan komoditas lokal menjadi produk yang inovatif dan dapat dipasarkan. Proyek ini telah menjangkau lebih dari 70 ribu penerima manfaat, 40 persen di antaranya adalah perempuan.

    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam proyek ini mendapatkan manfaat dari bantuan untuk mengembangkan strategi penjualan baru, termasuk penjualan dan pemasaran online yang membantu perusahaan untuk membuka pasar baru dan membangun hubungan bisnis dengan berbagai mitra untuk memfasilitasi peningkatan akses pasar bagi produk jagung, kopi, kelapa, beras organik, dan gula aren di 28 kabupaten.

    Proyek ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Pemerintah Indonesia dan mendukung 18 dari 39 bidang prioritas nasional.

    "Kami sangat senang dapat mendukung acara bincang-bincang ini, yang mempertemukan para pemimpin bisnis wanita terkemuka, pengusaha wanita yang memimpin usaha kecil dan menengah, dan pejuang kesetaraan gender dari 34 provinsi di Indonesia," tambah Direktur Proyek NSLIC/NSELRED Cavelle Dove.

    Dia menjelaskan bahwa dengan menciptakan peluang untuk berdialog dan dengan mempromosikan kontribusi perempuan terhadap perekonomian, terutama selama pandemi saat ini, kami berupaya untuk memajukan kesetaraan gender dan menunjukkan peran penting yang dimainkan perempuan dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id