Pertamina Tambah Jumlah Sumur yang Bakal Dibor di Blok Rokan

    Suci Sedya Utami - 16 Februari 2021 16:14 WIB
    Pertamina Tambah Jumlah Sumur yang Bakal Dibor di Blok Rokan
    Blok Rokan. Foto : SKK Migas.



    Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya untuk mengelola Blok Rokan mulai Agustus mendatang. Berbagai program kerja telah dirancang, termasuk pengeboran dan kerja ulang sumur (drilling work over) demi menjaga produksi agar tidak mengalami penurunan.

    Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan (PHR) RP Yudantoro mengatakan setidaknya akan ada 44 sumur pengembangan yang akan dibor Pertamina di tahun 2021 pascaalih kelola dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Selain itu direncanakan ada 40 sumur pengembangan tambahan yang akan dibor dan telah didiskusikan terlebih dahulu bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).




    "Kami lakukan koordinasi secara intensif bersama SKK Migas dan PT Chevron Pacific Indonesia, terutama untuk transisi sembilan bidang utama demi menjamin keberlangsungan seluruh kegiatan operasi dan kegiatan rutin pascablok dioperasikan oleh PHR,” ujar Yudantoro dalam keterangan resmi, Selasa, 16 Februari 2021.

    Selain drilling work over, delapan bidang utama lainnya dalam transisi antara lain pasokan listrik dan uap, kontrak dan supply chain management (SCM), IT dan petrotechnical, data transfer, human capital (sumber daya manusia/SDM), standard operating procedure (SOP) dan perizinan, chemical enhanced oil recovery (EOR), serta lingkungan dan abandonment and site restoration (ASR) atau dana pascaoperasi.

    Dalam jangka panjang telah disiapkan pula program-program lainnya berupa infill drilling, pengeboran sumur eksplorasi, workover atau well intervention, optimasi program waterflood dan steamflood, serta program lainnya untuk menambah cadangan.

    "Sesuai dengan jangka waktu kontrak bagi hasil dengan Pemerintah, Blok Rokan akan dioperasikan hingga 2041 oleh PHR. Pada masa itu kami harus memastikan Blok Rokan terus dapat berkontribusi maksimal terhadap produksi nasional melalui berbagai program yang kami jalankan," ucap Yudantoro.

    Sementara itu Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Whisnu  Bahriansyah menambahkan kesiapan alih kelola tidak hanya dilakukan pada aspek operasional, tetapi juga pembinaan hubungan baik dengan para stakeholders.

    “Subholding Upstream Pertamina melalui PHR juga melakukan persiapkan program kemasyarakatan, sehingga pascaalih kelola tidak hanya sisi operasional yang akan jalan berkesinambungan, tetapi juga di sisi sosial, masyarakat dan lingkungan,” tutup Whisnu.

    Blok Rokan merupakan blok penyumbang produksi sebanyak 24 persen terhadap produksi nasional. Saat ini dioperasikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia dengan rata-rata produksi minyak pada kisaran 165 ribu barel per hari (bph). Blok Rokan memiliki lima lapangan besar yaitu Duri, Minas, Bangko, Balam South, dan Petapahan yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Riau.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id