Nilai Ekspor Sumsel Meningkat

    Antara - 16 Februari 2021 13:32 WIB
    Nilai Ekspor Sumsel Meningkat
    Ilustrasi ekspor. Foto : MI.
    Palembang: Nilai ekspor Provinsi Sumatra Selatan pada Januari 2021 mencapai USD393,98 juta atau meningkat 0,90 persen dibanding Desember 2020.

    Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatra Selatan Endang Tri Wahyuningsih mengatakan nilai ekspor ini juga meningkat 12,99 persen jika dibandingkan Januari 2020.

    “Tren peningkatan ekspor Sumsel mulai terasa sejak Agustus, dan terus berlanjut hingga akhir tahun,” katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 16 Februari 2021.

    Ekspor nonmigas Januari 2021 mencapai USD387,12 juta naik 3,06 persen dibanding Desember 2020. Demikian juga jika dibanding eskpor nonmigas Januari 2020, naik 18,11 persen.

    Sedangkan ekspor migas Januari 2021 mencapai USD6,86 juta atau turun 53,70 persen dibanding Desember 2020. Demikian juga jika dibanding ekspor migas Januari 2020, turun 67,21 persen.

    Ekspor Januari 2021 terbesar adalah ke Tiongkok sebesar USD163,66 juta, disusul Amerika Serikat sebesar USD39,13 juta dan Jepang USD26,91 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 58,30 persen dari total ekspor periode Januari 2021.

    Peningkatan nilai terbesar ekspor nonmigas Januari 2021 terhadap Desember 2020 terjadi pada bahan bakar mineral (komoditas batu bara dan lignit) sebesar USD21,47 juta (30,89 persen). Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati yang turun sebesar USD19,31 juta (52,03 persen).

    Komoditas lainnya yang juga meningkat nilai ekspornya adalah karet dan barang dari karet USD15,55 juta (12,34 persen), berbagai produk kimia USD1,77 juta, produk industri farmasi USD0,92 juta (95,47 persen) dan kertas/karton USD0,46 juta (6,85 persen).

    Sementara komoditas yang menurun selain lemak dan minyak hewan/nabati adalah pupuk USD4,84 juta (52,18 persen), kayu dan barang dari kayu USD3,5 juta (41,64 persen) dan buah-buahan USD1,25 juta (41,51 persen).

    Nilai ekspor nonmigas Sumatra Selatan pada periode Januari 2021 didominasi oleh komoditas karet sebesar USD141,62 juta (36,58 persen), diikuti oleh bubur kayu/pulp yang mencapai nilai sebesar USD109,11 juta (28,19 persen), dan bahan bakar mineral sebesar USD90,97 juta (22,10 persen).

    Selama Januari 2021, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi 97,15 persen terhadap total ekspor non migas. Dari sisi pertumbuhan secara kumulatif, ekspor 10 golongan barang tersebut naik 18,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

    Sementara, nilai impor Sumatera Selatan Januari 2021 mencapai USD 103,17 juta atau meningkat 13,69 persen dibanding Desember 2020. Demikian juga dibanding Januari 2020 meningkat 88,38 persen.

    Sehingga neraca transaksi perdagangan Sumatera Selatan Januari 2021 mengalami surplus USD290,82 juta  surplus pada sektor nonmigas dan migas masing-masing sebesar USD284,91 juta dan USD5,91 juta.

    Tiga negara dengan neraca perdagangan surplus terbesar pada Januari 2021, yakni Tiongkok USD78,69 juta, Amerika Serikat USD38,42 juta  dan Jepang USD26,03 juta. Sementara itu tiga negara dengan nilai neraca perdagangan defisit terbesar, yakni Singapura USD1,10 juta, Hong Kong USD1,02 juta, dan Honduras USD0,63 juta.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id