Strategi Perdagangan 2021, Kemendag Tingkatkan Keterlibatan RI dalam Rantai Pasok Global

    Nia Deviyana - 29 November 2020 11:27 WIB
    Strategi Perdagangan 2021, Kemendag Tingkatkan Keterlibatan RI dalam Rantai Pasok Global
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani


    Jakarta: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan pihaknya tengah menyusun strategi perdagangan guna memulihkan perekonomian. Agus bilang Kemendag akan fokus menjaga konsumsi dan pasar di dalam negeri dengan meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.

    "Penghujung 2020 ini menjadi momentum tepat untuk kita belajar dan bersama-sama menyusun strategi perdagangan yang lebih baik di  tahun mendatang. Sebagai negara besar, maka menjaga konsumsi  dan pasar di dalam negeri adalah salah satu langkah tepat mendukung  pemulihan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, keterbukaan dan keterlibatan Indonesia dalam rantai  pasok  global juga menjadi keharusan," ujar Agus melalui keterangan tertulis, Minggu, 29 November 2020.




    Agus  melanjutkan, menjaga pasar utama dan terus membuka akses pasar baru di  negara-negara non-tradisional  adalah langkah yang  akan terus  dilakukan agar produk Indonesia semakin berdaya saing. Beberapa hal tersebut penting dilakukan agar Indonesia siap berpacu  dalam  perdagangan  dunia, terutama  dalam  menghadapi  ketidakpastian  yang  diakibatkan pandemi covid-19.

    "Sebagai implikasi dari kondisi pandemi, perdagangan dunia juga  mengalami  perlambatan. IMF mengungkapkan, perdagangan dunia pada 2020 diperkirakan terkontraksi 10,4 persen. Namun, pada  2021, perdagangan dunia diperkirakan akan lebih baik dan tumbuh  8,3  persen dengan kontribusi terbesar dari  negara-negara  berkembang," paparnya.

    Menurut  Agus, situasi normal baru saat  ini ialah sebuah  proses transisi yang menuntut  semua  negara  cepat  beradaptasi dan berinovasi. Pandemi covid-19 telah mengubah berbagai tatanan, termasuk dalam perdagangan dunia dan bisnis, mulai dari sistem produksi, komoditas unggulan, hingga sistem logistik.

    "Kita harus dapat mengubah momentum krisis ini menjadi lompatan kesempatan dan kemajuan. Untuk  itu, Kemendag  telah melakukan  pemetaan  tantangan dan peluang di sektor  perdagangan selama dan pascapandemi covid-19," jelasnya.

    Tantangan perdagangan yang saat ini dihadapi antara lain perubahan perilaku konsumen dan pola  perdagangan global, proteksionisme  perdagangan, meningkatnya hambatan pada kerja sama perdagangan antar-negara, defisit neraca perdagangan, dan resesi ekonomi.

    Sedangkan peluang perdagangan yang harus segera dimanfaatkan adalah pertumbuhan nilai perdagangan produk potensial baru,  relokasi pusat-pusat industri dan investasi  global, transformasi digital dan perkembangan teknologi  informasi  yang  kian  masif, serta pemanfaatan potensi pasar di kawasan potensial.

    Agus  menjabarkan, beberapa respons kebijakan strategis Kemendag antara lain larangan sementara  impor binatang hidup  dari  Tiongkok yang dilakukan  sejak  Februari  2020, realokasi  dan refocusing anggaran termasuk program  bantuan untuk pasar rakyat dan UMKM, stimulus  ekonomi nonfiskal, pengamanan ketersediaan  alat kesehatan seperti  masker  dan  alat  pelindung diri  (APD), serta stabilisasi harga dan menjamin stok barang kebutuhan pokok.

    Selain  itu  juga  menjalankan  strategi pengawasan barang beredar dan jasa dalam  perdagangan dalam  jaringan (e-commerce), peningkatan fasilitasi ekspor, pengamanan bahan baku  industri, termasuk impor bahan baku seperti gula yang banyak dibutuhkan UMKM pangan, pengaturan impor barang  konsumsi, pemanfaatan  forum kerja sama  perdagangan  internasional, serta pembukaan fasilitas perdagangan secara bertahap di era adaptasi kebiasaan  baru. 


    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id