Program PEN Bikin Stabilitas Sosial Politik Indonesia Terjaga

    Ilham wibowo - 12 Oktober 2020 15:01 WIB
    Program PEN Bikin Stabilitas Sosial Politik Indonesia Terjaga
    Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Budi Gunadi Sadikin. Foto: MI/Immanuel Antonius
    Jakarta: Stabilitas sosial dan politik di Indonesia masih terjaga setelah lebih dari setengah tahun dihadapkan dengan tekanan pandemi covid-19. Situasi tersebut diklaim sebagai hasil dari implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Wakil Menteri BUMN I yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa data terpadu kelompok masyarakat miskin yang mendapat prioritas bantuan sudah cukup baik. Penyaluran dana hibah hingga ratusan triliun dari pemerintah bisa dilakukan cepat dan tepat sasaran.

    "Begitu saya masuk saya kagum data sudah ada, dan jujur itu menyebabkan sosial politik Indonesia tidak terlalu bergejolak. Sudah saya akui 120 juta rakyat Indonesia yang paling bawah itu dibantu," kata Budi dikutip dari program Blak-Blakan Detik.com, Senin, 12 Oktober 2020.

    Kelompok masyarakat berpenghasilan terkecil jadi fokus utama program pemulihan ekonomi nasional. Selain penerima keluarga harapan yang jumlahnya mencapai 10 juta, sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro juga mendapat bantuan dana hibah.

    "Catatan kami sampai akhir September kemarin kami sudah mencairkan Rp150 triliun untuk empat program prioritas seperti perlindungan sosial, UMKM,  kementerian lembaga dan Pemda, dan koperasi," paparnya.

    Selain mengandalkan program Bansos yang telah ada sebelum covid-19, kebijakan baru untuk mempercepat belanja pemerintah juga dilakukan. Subsidi gaji karyawan berpenghasilan di bawah Rp5 juta pun jadi program bantuan yang cukup membantu masyarakat menghadapi penanganan wabah.

    Kelompok pekerja yang mendapat subsidi gaji tersebut sedianya tidak tercatat dalam sistem kelompok masyarakat miskin atau penerima bantuan. Akan tetapi, wabah covid-19 yang membuat produktivitas perusahaan menurun berimbas pada berkurangnya penghasilan karyawan.  

    "Presiden sensitif melihat dan perlu dibantu, akhirnya kami bikin subsidi gaji untuk kelompok yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji di bawah Rp5 juta, sejak minggu kedua Agustus menyerap cukup cepat," tuturnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id