Teten: UU Cipta Kerja Solusi Menekan Pengangguran

    Ilham wibowo - 13 Oktober 2020 09:51 WIB
    Teten: UU Cipta Kerja Solusi Menekan Pengangguran
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki . Foto : Medcom.
    Jakarta: Implementasi Undang- Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) diyakini bakal memunculkan lapangan pekerjaan yang lebih besar dan luas. Peningkatan angka pengangguran dan kelompok masyarakat miskin bisa ditekan melalui pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa penyerapan SDM yang besar sangat diperlukan untuk menyambut angkatan tenaga kerja baru sebesar 2,9 juta penduduk setiap tahunnya. Pergerakan rantai ekonomi pun perlu dipastikan kelancarannya.

    "Dengan diberikan berbagai kemudahan dari hulu hingga hilir untuk UMKM dan koperasi, saya optimistis untuk UMKM dalam penyerapan tenaga kerja akan semakin besar," kata Teten melalui keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Teten menegaskan bahwa UU Ciptaker dihadirkan dan diprioritaskan untuk memperkuat bisnis UMKM. Upaya tersebut sejalan dengan fakta 99 persen pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM dengan penyerapan tenaga kerjanya yang mencapai 97 persen.  

    "Yang jelas UU Cipta Kerja akan mampu menjawab masalah-masalah utama yang selama ini dihadapi UMKM," tegasnya.

    Contoh dukungan pengembangan UMKM dalam omnibus law yakni mempermudah akses pembiayaan yang masih minim. Hingga saat ini fasilitas permodalan dari perbankan baru dimanfaatkan 11 persen pelaku usaha lantaran mengalami kesulitan dalam pemenuhan sejumlah syarat terutama agunan.

    "Karena itu dalam UU Cipta Kerja UMKM dipermudah untuk mengakses perbankan. Bahkan, kegiatan usaha itu bisa dijadikan agunan untuk memperoleh pembiayaan,” tuturnya.

    Izin pendaftaran UMKM dan koperasi untuk memiliki sertifikat badan hukum usaha juga dipermudah. Menurut Teten, UMKM yang sudah memiliki seluruh kelengkapan sebagai perseroan terbatas bisa meningkatkan kembali usahanya dengan memanfaatkan akses pembiayaan seperti pasar modal.

    "Sekarang kegiatan usaha bisa bekerja sama dengan offtaker dan dibuat perjanjian dalam jangka panjang untuk bisa menyerap produk UMKM dan itu bisa dijadikan agunan untuk mendapatkan pinjaman di bank,” paparnya.

    Selain peningkatan produktivitas, lanjut Teten, UU Ciptaker juga bisa difungsikan untuk membuka akses pasar produk UMKM. Sebanyak 40 persen anggaran belanja pemerintah tiap tahunnya diprioritaskan menggunakan produk UMKM melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    "Problem di UMKM saat ini dari sisi demand, UU Cipta Kerja justru menjawab masalah ini juga, jadi belanja pemerintah dan lembaga 40 persen dari anggaran belanja barang dan jasa kini diprioritaskan untuk UMKM,”

    Lokasi strategis juga bakal dipermudah untuk penjualan produk UMKM seperti di stasiun, terminal dan bandara. Beragam tempat publik yang selama ini dianggap sebagai tempat usaha premium juga bisa diakses untuk pasar UMKM.
     
    "UU Cipta Kerja ini memberikan akses pasar, saya kira ini cocok untuk UMKM memiliki tempat di tempat strategis,” pungkasnya.  

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id