Sektor Manufaktur Ketiban Untung UU Cipta Kerja

    Annisa ayu artanti - 12 Oktober 2020 11:23 WIB
    Sektor Manufaktur Ketiban Untung UU Cipta Kerja
    Sektor manufaktur akan meraih untung dari UU Cipta Kerja. Foto: dok MI.
    Jakarta: Pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang masih menjadi polemik saat ini dinilai akan menjadi angin segar bagi industri sektor manufaktur dalam jangka panjang.

    Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan payung hukum tersebut memberikan banyak sentimen positif bagi dunia bisnis dan ekonomi Indonesia. Salah satu sektor yang akan memperoleh manfaat adalah manufaktur.

    "Dampaknya memang akan terasa dalam jangka panjang. Sektor manufaktur mendapatkan manfaat dan berpeluang mendapatkan relokasi pabrik dari Tiongkok ke negara Asia Tenggara," kata Hans dalam riset hariannya, Senin, 12 Oktober 2020.

    Hans juga menjelaskan adanya UU Cipta Kerja akan menarik investor masuk ke Tanah Air. "Hal ini positif karena kemudahan investasi bagi pemodal asing akan mengurangi ketergantungan foreign inflow ke dunia keuangan," ucapnya.

    Selain itu, UU Cipta Kerja juga melindungi buruh dari potensi kehilangan pekerjaan akibat usaha pindah ke luar negeri, tutup karena kalah bersaing, investor asing tidak masuk untuk berusaha di Indonesia.

    "Undang-Undang juga dipandang positif bagi berbagai sektor usaha, meningkatkan investasi dan konsumsi domestik," ungkapnya.

    Adapun pada perdagangan hari ini pergerakan saham emiten sektor manufaktur terus menguat 0,11 persen ke level rata-rata 1.211,59.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id