Transisi Blok Rokan, Chevron Gelontorkan Investasi USD154 Juta

    Suci Sedya Utami - 11 Januari 2021 13:30 WIB
    Transisi Blok Rokan, Chevron Gelontorkan Investasi USD154 Juta
    Ilustrasi blok migas. Foto: SKK Migas
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan Chevron Pacific Indonesia (CPI) bakal menggelontorkan investasi sebesar USD154 juta pada masa transisi pengoperasian Blok Rokan.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya bersama Chevron telah menandatangani Head of Agreement (HoA) sebagai penanda investasi di masa transisi dan merupakan pertama kali diimplementasikan di Indonesia. Investasi ini dilakukan untuk menjaga agar produksi di blok tersebut tidak mengalami penurunan ketika peralihan terjadi, dan PT Pertamina (Persero) secara resmi menjadi operator di wilayah kerja tersebut pada Agustus 2021.

    "Akan ada investasi sekitar USD150-an juta di 2021. Ini yang menjadi hal penting, ketika Pertamina masuk di Rokan produksinya enggak terjun terlalu jauh," kata Dwi dalam Outlook Migas 2021 di Jakarta, Senin, 11 Januari 2021.

    Pada masa transisi tersebut, Chevron telah mulai melakukan kegiatan pengeboran kembali sejak 29 Desember 2020 di Lapangan Duri. Kegiatan pengeboran tersebut dilanjutkan di 2021.

    Berdasarkan data SKK Migas, pada 2020 jumlah sumur yang dibor sebanyak 11 sumur dengan perkiraan investasi USD11 juta. Di 2021, terdapat 107 sumur dengan perkiraan investasi USD143 juta. Investasi tersebut diharapkan bisa menambah produksi minyak 5.000 barel per hari (bph).

    Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan setelah hak pengelolaan pindah di Agustus nanti, Pertamina akan melanjutkan kegiatan pengeboran di 2021 dengan tambahan 84 sumur.

    "Kita sedang berdiskusi bagaimana cara mencapai jumlah sumur yang besar tersebut dalam waktu yang memang cukup challenging dan singkat tadi," ujar Jaffe.

    Ia mengatakan di tahun ini, Blok Rokan diperkirakan akan bisa memproduksi minyak sebesar 165 barel per hari (bph). Mengacu data SKK Migas, pada 2021 produksi minyak Blok Rokan ditargetkan sebesar 170 ribu bph.

    Lebih lanjut, untuk menjaga produksi di blok tersebut, penerapan teknologi Enhance Oil Recovery (EOR) juga menjadi kunci. Dwi menyebut penelitian tentang EOR di Rokan telah dilaksanakan sejak 10 tahun lalu.

    "Di mana mestinya tahun-tahun ini ketika Pertamina masuk tinggal pilot plan dan kita harap bisa berproduksi 2024," jelas Dwi. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id