Tebar Insentif, Kiat Pemerintah Jaga Keberlangsungan Usaha

    Antara - 15 September 2021 15:49 WIB
    Tebar Insentif, Kiat Pemerintah Jaga Keberlangsungan Usaha
    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok MI



    Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih fokus menjaga keberlangsungan sektor usaha melalui pemberian serangkaian insentif fiskal dan nonfiskal.

    "Per 20 Agustus 2021 program penempatan dana pemerintah di perbankan telah mendorong total penyaluran kredit Rp419,78 triliun yang berasal dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), Bank Syariah Indonesia, dan BPD (Bank Pembangunan Daerah)," katanya dalam webinar UOB Economic Outlook 2022, Rabu, 15 September 2021.

     



    Menurut dia, sebanyak 57,53 persen dari realisasi kredit itu disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, pemerintah memberikan dukungan tambahan bagi pelaku UMKM dengan penyaluran Bantuan Presiden Ultra Mikro (BPUM), bantuan bagi Pedagang Kaki Lima), perluasan penjaminan kredit dan tambahan subsidi bunga bagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan nonKUR.

    "Serta ada penambahan KUR pada 2021 menjadi Rp285 triliun. Pemerintah juga baru saja meluncurkan bantuan sosial tunai bagi PKL dan warung yang menyasar pelaku UMKM informal yang selama ini belum tersentuh program-program yang ada," terang dia.

    Pemerintah juga terus melakukan reformasi struktural untuk mempermudah pelaku usaha guna meningkatkan investasi, produktivitas, dan penyerapan tenaga kerja mereka. Hal ini antara lain dilakukan dengan mengimplementasikan Undang-Undang Cipta Kerja.

    "Salah satunya implementasi OSS (Online Single Submission) berbasis risiko yang diluncurkan pada 9 Agustus 2021 lalu guna mendukung daya saing investasi Indonesia," ucapnya.

    Sementara itu untuk menutup gap pembiayaan infrastruktur dan mempercepat investasi, pemerintah membentuk SWF (Sovereign Wealth Fund) yang berperan dalam pengembangan peluang investasi di berbagai sektor sehingga dapat menunjang pembangunan berkelanjutan.

    "Investasi yang dikelola INA diharapkan dapat meningkatkan produktivitas untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Pemerintah juga mengalokasikan modal tambahan Rp60 triliun di 2021 agar INA dapat melakukan investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi," pungkas Airlangga.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id