Rhenald Kasali: Pandemi Melahirkan 10 Bidang Usaha Bergerak

    Medcom - 15 September 2021 17:45 WIB
    Rhenald Kasali: Pandemi Melahirkan 10 Bidang Usaha Bergerak
    Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali. Foto: dok MI/Ramdani.



    Jakarta: Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengatakan pandemi covid-19 meluluhkan para penyangkal disrupsi digital.

    Menurutnya, regulator dan pemangku-pemangku kepentingan yang sebelumnya tidak melihat, bahkan menyangkal dan sering mempersulit kedatangan inovasi-inovasi yang disruptif, kini mulai terbuka.

     



    "Demikian pula profesi-profesi seperti dokter, ahli farmasi, perbankan, dosen, ahli statistik yang semula sulit sekali beradaptasi dan berubah haluan kini langsung menemukan dan langsung menyesuaikan diri selama pandemi," kata Rhenald, dalam paparannya di acara Wealth Wisdom 2021 Bank Permata, dikutip Rabu, 15 September 2021.

    Dia mengatakan, perkembangan digital terjadi secara cepat dan signifikan. Setidaknya ada 10 bidang usaha yang telah berubah secara permanen. Ke-10 bidang tersebut adalah kuliner, pendidikan, hiburan, donasi sosial, alat pembayaran, logistik, fesyen, periklanan, media, dan sektor perumahan.

    "Kini semua pengusaha secara voluntary melakukan shifting ke layanan digital," tambahnya.

    Ia mencontohkan kehadiran Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial (Mensos) yang memberikan angin segar dengan mengampu lembaga sosial 4.0 Crowd Funding Kitabisa.com untuk memobilisasi donasi publik pada korban-korban bencana.

    Penggunaan metode baru dalam memobilisasi bantuan mampu memberi bantuan "on the spot" yang menembus batas-batas birokrasi yang dapat membuat masyarakat khususnya netizen muda, frustasi. Namun di lain sisi, OJK terkesan masih sangat "denial" terhadap inovasi-inovasi karitatif ini dengan membatalkan inovatif-inovatif kreatif disruptif.

    "Social crowdfunding yang dilakukan Kitabisa.com menghilangkan persoalan-persoalan sosial. Selain social crowdfunding, dokter kini lebih terbiasa melayani konsultasi Telehealth. Sebelum pandemi, para ahli farmasi dan regulator kesehatan terkesan menolak pemeriksaan kesehatan jarak jauh dan pemberian resep obat tanpa kehadiran fisik pasien," ungkapnya.

    Rhenald melihat proses perubahan ke depan mulai terlihat wujudnya, kendati masih dinamis. Sebagian mulai dipermanenkan pengusaha (normal is gone). Tentunya dengan keberhasilan Indonesia menjalankan vaksinasi massal sebanyak 73,8 juta orang (vaksin.kemenkes.go.id, 14 September 2021).

    Shifting secara masif dan kreatif dipelopori kaum muda Indonesia terjadi dalam bidang kuliner, pekerjaan, pendidikan, hiburan, donasi sosial, alat pembayaran, logistik, fesyen (khususnya untuk keperluan sosial media), periklanan, media, dan sektor perumahan.

    "Semua dipicu pandemi dengan terbentuknya 'Donut Economy' yang membuat pusat-pusat ekonomi lama menjadi kosong seperti lingkaran dalam 'kue' donat, namun padat di sekitarnya," paparnya.

    Namun demikian, ia juga mengatakan pentingnya transformasi pendidikan, mewaspadai datangnya gelombang-gelombang pandemi berikutnya yang tidak hanya menyerang manusia (melainkan juga tanaman pangan, hewan peliharaan dan ternak), krisis utang dan kredit perbankan, pemberantasan korupsi, dan meningkatnya ketimpangan ekonomi.

    Rhenald melihat, Indonesia akan semakin menyatu dengan dunia global, memasuki era World 4.0 yang akan berlangsung 10-14 tahun ke depan. Era transisi ini disebut sebagai a massive artificial living.

    Dipicu kecerdasan buatan, Indonesia akan memasuki era ledakan kecerdasan yang kalau tidak ditindaklanjuti 10 tahun ke depan akan banyak generasi muda yang terdampak sindrom useless generation, sulit bekerja dan berkali-kali menganggur. Selain itu, produk-produk sintetis dan artificial akan semakin banyak beredar.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id