Budi Daya Stevia Menggiurkan, Siap Ekspor Perdana ke Korea Selatan

    Ade Hapsari Lestarini - 18 Juni 2021 22:10 WIB
    Budi Daya Stevia Menggiurkan, Siap Ekspor Perdana ke Korea Selatan
    Budi daya tanaman stevia. Foto: dok BKS.



    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus giat mendorong Korporasi petani di berbagai daerah. Menurutnya, korporasi petani akan meningkatkan nilai tambah, daya saing, mengembangkan produk turunan dan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri dalam menghadirkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

    Tumbuhnya korporasi petani menjadi salah satu program prioritas untuk membangun proses bisnis dari hulu ke hilir. Sebab pertanian merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional salah satunya dalam menghadapi pandemi covid-19 saat ini.

     



    Sejalan dengan arahan Mentan, pada awal Juni lalu bertempat di Kebun Stevia PT. Bejana Kasih Sempurna, Pacuan, Desa Tountimomor, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, dilakukan pengembangan stevia pertama di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

    Hal ini disimboliskan dalam bentuk panen perdana dan penandatanganan kesepakatan kerja sama (MoU) kemitraan pengembangan budi daya stevia antara Stevia Farms Co,.Ltd dan PT. Bejana Kasih Sempurna (PT. BKS) serta Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (Direktorat PPH Perkebunan) sebagai saksi.

    Chief Executive Officer PT BKS Oktavianus Minanga mengapresiasi Direktorat PPH Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Balai Karantina Sulawesi Utara, dan intansi terkait lainnya atas kontribusi dan peran serta masing-masing hingga terlaksananya kegiatan ini.

    "Kami mengakui terdapat proses-proses yang harus kami lalui atas kerja sama investasi dari perusahaan stevia asal Korea Selatan ini, hingga saat ini kami bisa melakukan panen perdana secara simbolis dan penandatanganan MoU," katanya, dalam keterangan resminya, Jumat, 18 Juni 2021.

    Bahkan, lanjut Oktavianus, seluruh perizinan terkait pengembangan stevia di Indonesia sudah dimiliki oleh PT BKS antara lain Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia terkait izin pemasukan benih stevia dari Stevia Farms.co.Ltd, izin produsen benih stevia dari Dinas perkebunan provinsi Sulut, Pusat Perlindungan Tanaman dan Perizinan Pertanian, serta Kepala Badan Karantina Pertanian.

    BKS melakukan penanaman di lahan tujuh hektare (ha) dengan benih Yun Nong stevia berasal dari Stevia Farms.co.Ltd Korea. "Kami melibatkan masyarakat petani di sekitar kebun dengan sistem contract farming dan hasil panen stevia akan diekspor ke Korea Selatan sebagai bahan pangan dan farmasi. Jika tidak ada halangan, sekitar September atau Oktober, kami akan melakukan ekspor perdana ke Korea Selatan melalui port Bitung. Dengan nilai investasi USD34 juta, perusahaan korea akan segera membangun pabrik atau industri pengolahan stevia di Indonesia," jelasnya.

    "Kami cukup banyak melakukan survei di beberapa negara di kawasan Asia dan kami menemui hanya di Indonesia yang paling cocok dan optimal untuk pengembangan stevia ini. Kebutuhan Stevia dunia kurang lebih 1.200 ton per bulan dan sekitar 200 tonnya mampu diserap oleh industri pangan dan farmasi di Korea Selatan. Sementara sisanya untuk kebutuhan negara-negara lain yang harus disuplai oleh Stevia Farms dengan branding New Stevia. Untuk produk stevia dari Indonesia mempunyai kode international product di Korea dengan nama New Stevia Yun Yan," ujar Vice President Stevia Farm Co. Ltd Kwang Surk Yoo.

    Koordinator Pemasaran Hasil, Direktorat PPH Perkebunan Kementan Normansyah H Syahruddin menambahkan, kegiatan budi daya stevia ini merupakan bagian dari program strategis Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya sebagai tanaman substitusi tanaman tebu yang saat ini cukup banyak tantangan dalam pengembangan dan ketersediaannya.

    Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi, menjelaskan tanaman stevia saat ini menjadi salah satu tanaman prospektif khususnya sebagai tanaman pemanis rendah kalori substitusi gula tebu. Produksi gula tebu dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan gula dalam negeri yang terus meningkat, sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia sehingga Indonesia banyak melakukan impor.

    "Dengan adanya diversifikasi sumber pemanis selain Gula Kristal Putih GKP dan Gula Merah, diharapkan dapat mengurangi beban impor, sehingga dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada pemanis terutama untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga," katanya.

    Kendala utama dalam pengembangan tanaman stevia di Indonesia, Lanjut Dedi, salah satunya adalah penyediaan varietas unggul masih terbatas sehingga ke depan perlu didukung oleh teknik perbanyakan bahan tanaman bermutu dan efisien secara massal, serta teknologi budi daya. Kerjasama kemitraan dengan Stevia Farms ini diharapkan dapat mengatasi hal tersebut sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mutu produk.

    Selain itu belum terbentuknya rantai pasar yang jelas dan konektivitas antara permintaan dan penawaran, sehingga petani belum tertarik untuk menanam stevia pada skala luas, namun untuk seluruh hasil budi daya stevia dengan bibit unggul yang berasal dari Korea, CEO PT BKS menjamin bahwa seluruh hasilnya akan dibeli dengan harga yang sudah ditentukan diawal dan dituangkan dalam kontrak dengan petani yang menanam. Daun stevia yang dihasilkan dari lahan yang ada saat ini, baru dikeringkan dan dijual sebagai daun stevia kering oleh petani.

    Adapun peran pemerintah, dalam hal ini, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan tanaman stevia khususnya kebijakan pencapaian swasembada gula konsumsi nontebu, koorporasi petani, kemitraan usaha dan kemudahan investasi bagi pengembang tanaman stevia yang sekaligus membangun instalasi pabrik pengolahannya hingga menjadi produk akhir yang siap dikonsumsi.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id