Kemendag Batasi Impor Sepeda hingga Sepatu

    Ilham wibowo - 01 September 2020 10:13 WIB
    Kemendag Batasi Impor Sepeda hingga Sepatu
    Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memperbaharui aturan impor produk konsumsi seperti sepeda, produk elektronik, hingga alas kaki. Ketentuan baru tersebut disebut untuk melindungi produk dalam negeri.

    "Terdapat beberapa barang yang nilai pertumbuhannya (impor) di atas 70 persen," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, melalui keterangan resminya, Selasa, 1 September 2020.

    Selama periode pandemi covid-19 atau Mei-Juni 2020, rata-rata terjadi kenaikan impor barang konsumsi sebesar 50,64 persen dengan produk berupa tank, makanan dan minuman, alas kaki, elektronik, dan sebagainya. Kelompok produk yang masuk daftar untuk diatur tersebut saat ini sudah banyak diproduksi di dalam negeri.

    "Kemendag perlu melakukan pengaturan impor terhadap barang-barang tersebut,” ucap Agus.

    Regulasi yang telah berlaku per 28 Agustus 2020 tersebut yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 68 Tahun 2020 Tentang Ketentuan Impor Alas Kaki, Elektronik, dan Sepeda Roda Dua dan Roda Tiga.

    “Dengan Permendag Nomor 68 Tahun 2020 ini, para pelaku usaha wajib memiliki Persetujuan Impor (PI) dan LS untuk pemenuhan persyaratan impor komoditas tersebut," ucap Agus.

    Kelompok alas kaki, yang diatur dalam Permendag tersebut yakni alas kaki dengan sol dari karet dengan pos tarif/HS 6404.11.10, 6404.11.20, 6404.11.90, 6404.19.00, dan 6404.20.00. Sementara kelompok elektronik, yang diatur adalah mesin pengatur suhu udara dengan pos tarif/HS 8415.10.10 dan 8415.10.90.

    Kemudian, untuk sepeda roda dua dan roda tiga yang diatur adalah pos tarif/HS 8712.00.10, 8712.00.20, 8712.00.30, dan 8712.00.90.  "Mekanisme pengawasan yang dilakukan juga mengalami perubahan, yang semula dilakukan di luar kawasan pabean (post border) kini dilakukan di kawasan pabean (border),” ucap Mendag.

    Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menambahkan Permendag tersebut juga mewajibkan para importir untuk menyampaikan laporan pelaksanaan impornya. Laporan tersebut dapat dilakukan secara elektronik baik terealisasi maupun tidak terealisasi setiap bulan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya melalui laman https://inatrade.kemendag.go.id.

    Untuk LS alas kaki yang telah diterbitkan berdasarkan Permendag Nomor 87/M-DAG/PER/10/2015 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Permendag Nomor 28 Tahun 2020, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan selesainya pelaksanaan impor oleh importir.

    Hal serupa juga berlaku untuk LS elektronik. Bagi LS untuk elektronik berupa mesin pengatur suhu  yang telah diterbitkan berdasarkan Permendag Nomor 84/M-DAG/PER/10/2015 tentang Ketentuan Impor Barang Berbasis Sistem Pendingin sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Permendag Nomor 18 Tahun 2018, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan selesainya pelaksanaan Impor oleh importir.

    “Sedangkan, untuk impor sepeda roda dua dan roda tiga yang dikapalkan sebelum Permendag ini berlaku dan dapat dibuktikan dengan tanggal konosemen (Bill of Lading), Permendag ini tidak berlaku,” pungkas Didi.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id