Pupuk Kaltim Bangun IPAL Tekan Pencemaran Limbah

    Husen Miftahudin - 18 September 2020 17:56 WIB
    Pupuk Kaltim Bangun IPAL Tekan Pencemaran Limbah
    Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik - - Foto: Istimewa
    Jakarta: PT Pupuk Kaltim membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik guna menekan pencemaran limbah. Upaya yang dilakukan bersama Inkubator Bisnis (Inbis) Permata Bunda di RT 11 Kelurahan Api-Api, Bontang Utara ini untuk mendukung pengembangan potensi program Kampung Aren Berdaya Ramah Disabilitas.

    Manager CSR Pupuk Kaltim Fakhri Husaini mengungkapkan inisiasi IPAL dimulai sejak 2019, melihat limbah domestik non toilet (greywater) dari aktivitas Inbis yang mencapai 1,65 meter kubik per hari. Kondisi ini dikhawatirkan memberi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat jika dilakukan pembiaran, serta berpotensi menghambat pengembangan program lingkungan pada 10 titik emas sesuai roadmap Kampung Aren Berdaya Ramah Disabilitas.

    Pembangunan IPAL ditujukan agar pengelolaan air buang yang berpotensi mencemari sungai Api-Api di Area Kampung Aren dapat ditekan dan dimanfaatkan ulang untuk kebutuhan harian seperti penyiraman berbagai jenis bibit dan tanaman yang kini dikembangkan Inbis bersama masyarakat sekitar.


    "Saat ini IPAL baru dimanfaatkan oleh Inbis. Namun ke depannya akan difungsikan sebagai IPAL komunal dengan melibatkan warga Kampung Aren," ujar Fakhri dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 September 2020.

    Menurutnya konsep IPAL bukan sekadar sebagai lokasi pengolahan air buang, namun didukung keberadaan taman di sekitar area agar kawasan lebih hijau dan jauh dari kesan penampungan limbah. Pupuk Kaltim juga memfasilitasi beberapa tenaga ahli dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang untuk desain IPAL dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk kajian pengurangan dampak pencemaran air sungai dan optimalisasi pengelolaan IPAL.

    Setelah 20 hari masa uji coba, IPAL domestik ini mampu mengolah 33 meter kubik limbah greywater dan hasil olahan digunakan untuk menyiram tanaman di area Inbis dengan nilai penghematan Rp154 ribu, dengan asumsi harga air rata-rata Rp4.672 per meter kubik.

    "Setelah menjadi IPAL komunal, 245 warga di Kampung Aren juga dipastikan menerima manfaat. Apalagi air olahan IPAL sudah lolos uji sampel laboratorium dan aman untuk tanaman," tambah Fakhri.

    Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan pengembangan Kampung Aren sebagai area inklusi untuk mengoptimalkan potensi penyandang disabilitas bersama masyarakat sekitar, diharapkan mampu mewujudkan kawasan ramah lingkungan melalui pemberdayaan ekonomi mandiri dengan berbagai peningkatan secara bertahap.


    "Untuk IPAL domestik, Pupuk Kaltim mengalokasikan anggaran senilai Rp182,45 juta untuk peningkatan pembangunan dan sarana pendukung lainnya, di luar biaya yang ditanggung KLHK," urainya.

    Hal ini merupakan bentuk keseriusan Pupuk Kaltim terhadap pemberdayaan masyarakat, melihat perkembangan Inbis Permata Bunda sebagai salah satu binaan perusahaan mampu memaksimalkan potensi penyandang disabilitas yang lebih produktif dan mandiri dengan penciptaan lapangan usaha di berbagai sektor.

    "Hal ini yang kita kembangkan pada program Kampung Aren, sehingga pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat tercipta melalui lingkungan yang produktif," pungkas Rahmad.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id