Erick Thohir Terbang ke Korsel Cari Tambahan Vaksin Covid-19

    Suci Sedya Utami - 24 September 2020 15:13 WIB
    Erick Thohir Terbang ke Korsel Cari Tambahan Vaksin Covid-19
    Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ini sedang berada di Korea Selatan (Korsel). Lawatan Erick ke Negeri Ginseng tersebut salah satunya untuk menambah stok vaksin untuk kebutuhan di dalam negeri.

    "Pak Erick sekarang lagi ke Korsel, ini juga merupakan bagian dari langkah-langkah ini (pencarian vaksin)," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam acara Ngopi BUMN secara virtual, Kamis, 24 September 2020.

    Hal ini merupakan upaya untuk mempercepat ketersediaan vaksin lewat jalur bilateral dan multilateral. Seperti misalnya kerja sama PT Biofarma (Persero) dengan Sinovac Biotech.

    Sinovac yang merupakan perusahaan asal Tiongkok akan mulai mendatangkan bahan baku vaksin pada November 2020 sebanyak 10 juta. Hingga 2021, Sinovac berkomitmen untuk menyuplai ke Biofarma sebanyak 210 juta dosis bahan baku vaksin. Arya mengatakan BUMN Biofarma menyatakan mampu memproduksi 350 juta dosis di 2021.

    Selain itu ada juga PT Kimia Farma (Persero) yang bekerja sama dengan G42. Perusahaan perusahaan kesehatan UEA berbasis Kepintaran Buatan (AI) untuk mendatangkan produk vaksin sebanyak 10 juta di akhir tahun.

    Kerja sama lainnya juga tengah dijajaki dengan Genexine, CanSino, dan AstraZeneca, pemerintah tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan farmasi lainnya, Pfizer, Johnson & Johnson, dan Novafax. Ditambah mekanisme kerjasama multilateral dengan Unicef dalam kerangka CORVAX Facility yakni berupa jaminan akan kecepatan, ketersediaan, dan pengiriman vaksin.

    Di dalam negeri pun pemerintah dipimpin oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro bekerja sama dengan Eijkman juga tengah mengupayakan vaksin Merah Putih. Vaksin buatan dalam negeri ini akan diuji klinis di tahun depan dan diharapkan akan bisa diproduksi pada 2022.

    "Kita tahu vaksin ini kebutuhan kita, karena kebutuhan kita sangat besar terhadap vaksin, dan bukan berarti sekali vaksin ini bisa tahan seumur hidup, maka mau tidak mau kami akan fokus untuk mengadakan vaksin buatan dalam negeri," jelas Arya. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id